
Dari kiri; anggota Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar, Nasyirul Amru, Dony Maryadi, Adian Napitupulu memberikan keterangan pers di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (15/11/21). PDI Perjuangan meminta kasus terbakarnya kilang minyak di Cilac
JawaPos.com - Kilang minyak milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah mengalami kebakaran pada Sabtu (15/11). Kilang ini juga pernah mengalami hal serupa pada Juni 2021 lalu.
Anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu mengatakan dugaan awal kebakaran tersebut karena tersambar petir seharusnya harus bisa diantisipasi. Pasalnya kilang minyak Cilacap tersebut sudah dua kali mengalami kebakaran.
"Saya kira sih tidak ada upaya untuk memperbaiki agar tidak terjadi peristiwa yang sama. Karena terjadi berkali-kali, kita melihat jangan-jangan tidak cuma karena faktor alam, mungkin tidak terbuka faktor-faktor yang lain?" ujar Adian di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/11).
Adian menuturkan, kilang minyak masuk ke dalam objek vital. Sehingga pengamanan dan perawatannya pun harus ekstra. Sehingga ke depan pengamanannya harus bisa diperketat untuk menghindari adanya sabotase.
"Apakah pasti petir? Belum tentu. Ada kemungkianan lain? Bisa saja," katanya.
Karena itu, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta kepada Pertamina untuk melakukan investigasi secara menyeluruh penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Jangan sampai kejadian ini terus berulang.
"Kita minta investigasi yang menyeluruh. Apa yang diinvestgiasi? Tidak hanya di lapangan, tapi juga seluruh kelengkapan-kelengkapan pengamanan, jadwalnya, nama-namanya, dan kalau perlu memeriksa latar belakang nama-nama itu," tegasnya.
"Ada si A latar belakangnya apa, si B dan sebaginya untuk menghindari spekulasi. Kenapa, rakyat butuh jawaban yang jelas, ini bukan peristitwa pertama," tambahnya.
Selain itu Adian menuturkan guna memudahkan investigasi tersebut Kementerian BUMN dan Pertamina harus bersikap tegas terhadap siapa yang harus bertanggungjawab terhadap keamanan seluruh kilang minyak.
"Menunjukkan kepada rakyat bahwa kita tidak main-main dalam hal ini. Tidak bisa kemudian kita menganggap ini persoalan biasa, BBM itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Di situ ada parameter stabilitas negara, disitu ada keyakinan para investor untuk mengamankan investasi mereka," tuturnya.
Maka dari itu, Adian menegaskan jangan sampai muncul persepsi dari publik bahwa Indonesia tidak mampu dalam mengelola kilang minyak. Pasalnya sudah berulang kali kejadian kebakaran ini terjadi.
"Kalau orang bilang kalau mengamankan misalnya kilang saja kita tidak mampu, bagaimana mengamankan yang lain mungkin investasinya besar dan sebagainya," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
