Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 04.11 WIB

Ganjar-Mahfud Ingin Desa dan Kota Tumbuh Bersama untuk Hadirkan Pemerataan Ekonomi

 

Ganjar Pranowo saat menghadiri deklarasi Maluku Voor Ganjar di basket hall Senayan, Jakarta, Minggu (29/10).

 
JawaPos.com - Bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD ingin memastikan bahwa pembangunan adil dan merata, baik di desa maupun di kota. Hal ini dalam rangka mempercepat pembangunan ekonomi.
 
Ganjar-Mahfud ingin melipatgandakan dana desa berkualitas untuk memastikan 50 persen dari 
total jumlah desa, menjadi desa mandiri yang sejahtera dan unggul. Hal ini tertuang dalam visi misi Ganjar-Mahfud yang mengangkat tema 'Menuju Indonesia Unggul Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari'.
 
Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing meyakini kemampuan menghadirkan pemerataan ekonomi, akan dilakukan Ganjar-Mahfud jika memenangkan Pilpres 2024. Sebab saat menjabat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dinilai sukses membangun desa-desa di wilayahnya.
 
"Pembangunan suatu negara memang dimulai dari membangun yang mikro, yaitu dari keluarga, baru kemudian desa. Saya sangat setuju Ganjar Pranowo membangun dari desa, kalau desa sudah terbangun, otomatis camat pasti sejahtera, provinsi pasti sejahtera, dan negara pasti sejahtera," kata Emrus dikonfirmasi, Minggu (12/11).
 
Emrus berpendapat, Ganjar memiliki rekam jejak yang baik selama menjabat Gubernur Jateng dua periode. Selama 10 tahun memimpin Jateng, Ganjar berhasil membangun 2.300 desa mandiri energi dan membangkitkan 818 desa wisata, serta menginisiasi 29 desa antikorupsi.
 
 
Emrus berujar, pembangunan desa bukan hanya sekadar yang berorientasi ekonomi, namun sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa perlu didongkrak kualitasnya.
 
 
"Karena itu, Ganjar perlu menyertakan gagasan peningkatan kualitas pendidikan di desa sebagai bagian dari visi-misi pembangunan desa," tegas Ganjar.
 
Tak heran, Ganjar-Mahfud pun bertekad menghadirkan satu keluarga miskin satu sarjana. Program itu tidak lain untuk menghadirkan SDM unggul.
 
Sementara itu, Ganjar Pranowo menekankan pemerataan pembangunan bisa berjalan beriringan dengan melestarikan nilai-nilai budaya di desa. Ia menilai, pedesaan menyimpan potensi ekonomi yang belum banyak terjarah, sehingga perlu didorong pertumbuhannya.
 
"Desa jangan dijadikan kota, biarkan lokalitas muncul, biarkan kearifannya muncul, biarkan cara berkembang tidak harus ditata, sehingga dalam konteks government harus memperhatikan gaya desa," kata Ganjar dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11).
 
Ganjar menjelaskan, salah satu strategi untuk pengembangan potensi ekonomi perdesaan dengan mengirimkan anak-anak miskin di desa untuk disekolahkan ke kota, dan ditarik kembali ke desa sehingga diharapkan bisa mengembangkan potensi ekonomi di desa tersebut.
 
Ganjar mengakui, hal tersebut bukanlah hal yang mudah dikerjakan oleh Pemerintah. Namun untuk mendorong hal tersebut diperlukan insentif sebagai pemanis, agar masyarakat yang kuliah di kota tertarik untuk kembali ke desa.
 
"Satu contoh, ketika ada dari keluarga miskin kita jadikan sarjana, dia selolah dari desa ke kota, kita harapkan dia kembali di desa dan kemudian dia akan membangun desanya, insentif yang diberikan yang diharapkan ini bisa membuat mereka tumbuh bersama dan bisa memberikan nilai tambah," pungkas Ganjar.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore