Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 November 2015 | 21.02 WIB

Ini Saran Almisbat ke Jokowi untuk Atasi Kasus Papa Minta Saham

Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Setya Novanto. - Image

Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR Setya Novanto.

JawaPos.Com - Relawan pendukung Joko Widodo di pemilu presiden yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menyarankan agar presiden yang beken disapa dengan nama Jokowi itu bertindak  tegas atas kasus pencatutan namanya. Menurut Sekretaris Jenderal Almisbat, Hendrik Sirait, kasus pencatutan itu hendaknya dijadikan momentum bagi Jokowi untuk membersihkan mafia pemburu rente demi tegaknya agenda Nawacita.



Hendrik mengatakan, kasus “Papa Minta Saham” yang menyeret Ketua DPR Setya Novanto sebagaimana laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) semakin menunjukkan bahwa praktik perburuan rente masih marak terjadi di kalangan pemangku kepentingan. “Ini hanya bagian kecil dari puncak gunung es. Praktik perburuan rente bertebaran di segala lini,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/11).



Anehnya, kata Hendrik, pihak-pihak yang disebut dalam rekaman pembicaraan tentang patgulipat untuk memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua itu justru saling serang. Alih-alih persoalan semakin jelas, kata Hendrik, kini persoalannya malah menempatkan Presiden Jokowi dalam posisi sulit.



Karenanya, Hendrik mengingatkan Jokowi untuk bersikap tegas dan terukur. Hendrik meyakini proses hukum merupakan opsi penyelesaian terbaik. “Publik sejauh ini menunggu langkah-langkah presiden untuk menuntaskan kasus pencatutan nama,” ucapnya.



Selain itu, kata Hendrik, kasus itu harus dijadikan momentum untuk membenahi Kabinet Kerja agar tetap sejalan dengan agenda Nawacita. “Ini harus menjadi momentum untuk membenahi kabinet agar agenda Nawacita tidak dibajak oleh menteri-menteri yang tidak sejalan dengan presiden,” ujar Hendrik.



Lantas, siapakah menteri di Kabinet Kerja yang justru mengganggu agenda Nawacita? Hendrik langsung menyebut dua nama.



“Almisbat menilai 100 persen bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Sudirman Said adalah sebagian menteri yang membajak Nawacita dan layak diganti. Kasus pencatutan nama ini disinyalir merupakan bagian dari permainan kedua menteri itu untuk mengedepankan dan menyelamatkan kepentingan mereka,” ulasnya.(ara/JPG)



Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore