Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Oktober 2015 | 06.18 WIB

PAN Dukung Jokowi, NasDem Rela Andai Kehilangan Jatah Menteri

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta, 21 September lalu. - Image

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Partai NasDem di Jakarta, 21 September lalu.

JawaPos.Com - Wacana reshuffle kabinet kembali mencuat seiring genapnya satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Banyak yang menginginkan agar Jokowi -panggilan beken Joko Widodo- mengevaluasi para menterinya.



Kabar reshuffle juga semakin mencuat seiring merapatnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke barisan partai pendukung Jokowi. Sebab, sudah selazimnya partai pimpinan Zulkifli Hasan itu mendapat jatah kursi di kabinet agar dukungan ke program-program semakin kuat.



Jika reshuffle memang dilakukan, Partai Nasional Demokrat (NasDem) sudah siap-siap jika harus kehilangan jatah menteri. Menurut  Ketua DPP NasDem Johnny G. Plate, ‎soal resuffle adalah hak prerogatif presiden sehingga partai pimpinan Surya Paloh itu tak akan merecokinya.





Johnny menambahkan, selama ini partainya juga tak pernah ribut soal kemungkinan kader Partai NAsDem di kabinet bakal kena reshuffle. "Ada gak protes NasDem soal penggantian dan pengurangan?" ujarnya di Jakarta, Jumat (16/10).



Sejak awal, lanjut anggota Komisi XI DPR itu, NasDem mendukung pemerintah tanpa syarat. ‎"NasDem tidak memberi syarat atau portofolio‎, tapi presiden meminta kader Nasdem. Kita bantu tanpa syarat‎," katanya.



Namun, Johnny menegaskan sikap itu bukan karena demi pencitraan paska-keputusan KPK menjerat Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Patrice Rio Capella sebagai tersangka penerima suap. Johnny menegaskan, reshuffle semata-mata merupakan hak prerogatif presiden.



"Apapun keputusan presiden kami dukung untuk memajukan bangsa dan negara. Keberhasilan presiden jadi keberhasilan kami. Tantangan presiden jadi tantangan kami," tegasnya.



Lantas bagaimana jika jatah NasDem digantikan Partai Amanat Nasional? "Kami dukung presiden pilih putra-putri terbaiknya. Apakah pertahankan formasi yang ada, atau ubah formasi yang ada, kami serahkan ke presiden. Asalkan jangan warga negara asing," tandasnya.(dna/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore