Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Januari 2019 | 00.15 WIB

Ulang Tahun, Megawati Nostalgia dengan Menteri Kabinet Gotong-Royong

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama sejumlah menteri Kabinet Gotong-Royong. - Image

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama sejumlah menteri Kabinet Gotong-Royong.

JawaPos.com - Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri bernostalgia dengan sejumlah menteri Kabinet Gotong-Royong. Nostalgia itu terjadi saat ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menghadiri launching buku "The Brave Lady, Megawati dalam Catatan Kabinet Gotong-Royong" di Jakarta, Rabu (23/1).


Adapun peluncuran buku ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-72 Megawati Soekarnoputri. Buku itu digarap oleh tim yang terdiri dari antara lain Rokhmin Dahuri, dan mantan wartawan Kristin Salmah.


Hadir dalam peluncuran buku tersebut, sejumlah mantan menteri Kabinet Gotong-Royong pimpinan Megawati dan Hamzah Haz. Selain itu hadir pula para menteri Kabinet Kerja pemerintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan lainnya.


Mereka antara lain Hatta Rajasa, Poernomo Yusgiantoro, Boediono yang juga mantan wapres, Rokhmin Dahuri, Faisal Tamin, Hasan Wirajuda, Yusril Ihza Mahendra, Kwik Kian Kian Gie dan lainnya. Hadir pula mantan Kapolri Dai Bachtiar.


Ada pula mantan Wapres Try Sutrisno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Seskab Pramono Anung, serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.


Megawati yang mengenakan baju putih hadir ketika launching tengah memasuki sesi bedah buku dan testimoni. Kala itu yang didapuk memberi testimoni adalah mantan menteri di Kabinet Gotong-Royong yakni mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Keuangan Boediono, mantan Menteri ESDM Poernomo Yusgiantoro dan mantan Menteri Pendidikan Malik Fajar.


Mega, sapaan Megawati, dalam kesempatan itu bercerita banyak hal ketika memimpin Indonesia maupun kabinetnya. Mega juga bercerita perjalanan buku itu ditulis.


Dia mengatakan, Kristin bolak-balik meminta kepadanya sebagai satu-satunya presiden perempuan di Indonesia, agar menulis riwayat hidup. Mega sempat menolak karena baginya lebih banyak duka daripada sukanya.


"Daripada nanti berurai air mata terus saat wawancara, jadi kapan-kapan saja, nanti kalau saya lagi senang," ucap Bu Mega.


Namun, kata Mega, diam-diam ternyata proses pembuatan buku itu berjalan. Tim yang mengerjakan, seperti Kristin Samah, Rokhmin Dahuri, dan Hasto Kristiyanto, kompak untuk bekerja dalam diam.


"Kemudian diberitahu akan diluncurkan. Jadi, yang tanggung jawab bukan saya," kata Mega disambut tepuk tangan dan tawa.


The Brave Lady yang menjadi judul dari buku ini diambil dalam testimoni dan cerita yang ditulis oleh Poernomo Yusgiantoro. Rokhmin Dahuri, selaku editor, mengatakan salah satu alasan menulis buku ini karena semua ingin bangsa Indonesia maju dan makmur.


Salah satu kunci mencapai itu adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan itu juga dibuktikan dengan produktivitas bangsa dalam menulis buku.


Selain itu, buku ini juga merupakan sebuah warisan kebijakan-kebijakan Megawati sebagai The Brave Lady, yang ditulis 21 menteri Kabinet Gotong-Royong.


"Apa yang ada di buku ini juga menjadi pelajaran dan mana yang baik diteruskan," ungkap Rohmin.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore