
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama sejumlah menteri Kabinet Gotong-Royong.
JawaPos.com - Presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri bernostalgia dengan sejumlah menteri Kabinet Gotong-Royong. Nostalgia itu terjadi saat ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menghadiri launching buku "The Brave Lady, Megawati dalam Catatan Kabinet Gotong-Royong" di Jakarta, Rabu (23/1).
Adapun peluncuran buku ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-72 Megawati Soekarnoputri. Buku itu digarap oleh tim yang terdiri dari antara lain Rokhmin Dahuri, dan mantan wartawan Kristin Salmah.
Hadir dalam peluncuran buku tersebut, sejumlah mantan menteri Kabinet Gotong-Royong pimpinan Megawati dan Hamzah Haz. Selain itu hadir pula para menteri Kabinet Kerja pemerintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan lainnya.
Mereka antara lain Hatta Rajasa, Poernomo Yusgiantoro, Boediono yang juga mantan wapres, Rokhmin Dahuri, Faisal Tamin, Hasan Wirajuda, Yusril Ihza Mahendra, Kwik Kian Kian Gie dan lainnya. Hadir pula mantan Kapolri Dai Bachtiar.
Ada pula mantan Wapres Try Sutrisno, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Seskab Pramono Anung, serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Megawati yang mengenakan baju putih hadir ketika launching tengah memasuki sesi bedah buku dan testimoni. Kala itu yang didapuk memberi testimoni adalah mantan menteri di Kabinet Gotong-Royong yakni mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Keuangan Boediono, mantan Menteri ESDM Poernomo Yusgiantoro dan mantan Menteri Pendidikan Malik Fajar.
Mega, sapaan Megawati, dalam kesempatan itu bercerita banyak hal ketika memimpin Indonesia maupun kabinetnya. Mega juga bercerita perjalanan buku itu ditulis.
Dia mengatakan, Kristin bolak-balik meminta kepadanya sebagai satu-satunya presiden perempuan di Indonesia, agar menulis riwayat hidup. Mega sempat menolak karena baginya lebih banyak duka daripada sukanya.
"Daripada nanti berurai air mata terus saat wawancara, jadi kapan-kapan saja, nanti kalau saya lagi senang," ucap Bu Mega.
Namun, kata Mega, diam-diam ternyata proses pembuatan buku itu berjalan. Tim yang mengerjakan, seperti Kristin Samah, Rokhmin Dahuri, dan Hasto Kristiyanto, kompak untuk bekerja dalam diam.
"Kemudian diberitahu akan diluncurkan. Jadi, yang tanggung jawab bukan saya," kata Mega disambut tepuk tangan dan tawa.
The Brave Lady yang menjadi judul dari buku ini diambil dalam testimoni dan cerita yang ditulis oleh Poernomo Yusgiantoro. Rokhmin Dahuri, selaku editor, mengatakan salah satu alasan menulis buku ini karena semua ingin bangsa Indonesia maju dan makmur.
Salah satu kunci mencapai itu adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan itu juga dibuktikan dengan produktivitas bangsa dalam menulis buku.
Selain itu, buku ini juga merupakan sebuah warisan kebijakan-kebijakan Megawati sebagai The Brave Lady, yang ditulis 21 menteri Kabinet Gotong-Royong.
"Apa yang ada di buku ini juga menjadi pelajaran dan mana yang baik diteruskan," ungkap Rohmin.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
