Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 17.48 WIB

Comeback Argentina Ternoda Kontroversi! Gol Mesir Seharusnya Sah, Simak 4 Keputusan Wasit yang Untungkan Tango di Piala Dunia 2026

Timnas Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan penuh kontroversi. (Instagram @afaseleccion)

 
JawaPos.com – Lionel Messi masih melanjutkan kiprahnya di perempat final Piala Dunia 2026. Messi memimpin Argentina menang comeback 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, AS, kemarin (8/7). Namun, kemenangan dramatis itu dibayangi dua keputusan kontroversial.
 
Gol false nine Mesir Mostafa Ziko pada menit ke-58 dianulir melalui tinjauan VAR (video assistant referee).
Ada pelanggaran terhadap bek tengah Argentina Lisandro Martinez sebelum Mesir melakukan serangan balasan yang berbuah gol tersebut.
 
Namun, wasit Francois Letexier asal Prancis memilih tidak meninjau VAR atas situasi serupa pada menit ke-90+4. Yaitu klaim pelanggaran Mesir terhadap kapten Mohamed Salah yang dilakukan striker Julian Alvarez sebelum Argentina mencetak gol kemenangan via Enzo Fernandez pada menit ke-90+2.
 
Ziko pun menyebut keputusan wasit menjadi penyebab utama kegagalan Mesir menciptakan sejarah lolos ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama. ”Ini tidak adil, benar-benar tidak adil. Wasit telah menyia-nyiakan semua kerja keras kami lewat keputusan-keputusannya,” kata Ziko kepada media Kanada TSN.
 
Wide attacker berusia 29 tahun itu menyebut, timnya sudah tidak bisa berbuat banyak setelah sempat unggul 2-0.
 
“Kami ingin membuat seluruh rakyat Mesir bahagia, tetapi itu tidak terjadi karena keputusan wasit. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Argentina karena mereka akan menjadi juara Piala Dunia,” tutur pemain klub lokal Mesir Pyramids FC tersebut dikutip dari Ahram Online.

Soroti Penerapan VAR

Dari dua kontroversi tersebut, gol Ziko yang dianulir menjadi sorotan utama. Mantan wasit Premier League yang kini menjadi analis The Athletic, Graham Scott, menilai gol tersebut seharusnya disahkan. Menurut Scott, duel antara gelandang Mesir Marwan Attia dan Lisandro Martinez merupakan kontak normal.
 
Insiden itu juga terjadi jauh dari gawang Argentina sehingga tidak layak diintervensi VAR.
 
”Itu adalah intervensi yang mengejutkan dan bentuk penggunaan VAR yang melampaui fungsinya untuk mengoreksi kesalahan yang benar-benar jelas,” kata Scott.
 
Pendapat serupa disampaikan Fernando Guerrero. Mantan anggota tim VAR di final Piala Dunia 2022 itu menilai bukan hanya keputusan wasit yang keliru, tetapi juga penerapan protokol VAR.
 
”Tidak ada pelanggaran terhadap pemain Argentina tersebut,” tulis Guerrero melalui akun X.
 
”Bahkan, jika dianggap pelanggaran, insiden itu seharusnya tidak ditinjau sebagai bagian dari Attacking Possession Phase (APP) karena Argentina memiliki banyak waktu dan ruang untuk merebut kembali penguasaan bola,” lanjut wasit asal Meksiko tersebut.

Messi Jadi Pembeda

Terlepas dari kontroversi tersebut, Messi kembali menjadi pembeda bagi Argentina. Setelah gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-21, dia memimpin comeback pada 11 menit terakhir. Dia memberikan umpan silang yang disundul Cristian Romero menjadi gol pada menit ke-79 dan mencetak gol penyama kedudukan empat menit kemudian.
 
Kebangkitan Argentina itu tidak lepas dari perubahan taktik entrenador Lionel Scaloni. Masuknya Lautaro Martinez menggantikan Rodrigo de Paul membuat Messi lebih banyak bergerak ke sisi kanan. La Pulga –julukan Messi– tampak lebih leluasa bermain di posisi aslinya tersebut.
 
”Sulit mencari ruang di tengah lapangan, jadi saya mencoba bergerak ke sisi lapangan. Dari situlah gol balasan Cuti (Romero) akhirnya tercipta,” ucap Messi kepada Ole.

Comeback Dua Gol Terlama di Piala Dunia

Argentina mencatat comeback dua gol terlama dalam sejarah Piala Dunia. La Albiceleste masih tertinggal dua gol hingga menit ke-78 sebelum akhirnya mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

Edisi - Laga - Fase - Menit - Akhir Tertinggal Dua Gol

2026 Argentina 3-2 Mesir 16 besar 78’
 
2018 Belgia 3-2 Jepang 16 besar 68’
 
1970 Peru 3-2 Bulgaria Fase grup 50’
 
1938 Brasil 4-2 Swedia Perebutan 43’ peringkat ketiga 
 
1966 Portugal 5-3 Korea Utara Perempat final 42’
 
Keterangan: Data Opta via The Athletic

Keputusan Wasit yang Dinilai Untungkan Argentina Selama Piala Dunia 2026

Argentina 3-0 Aljazair (Fase Grup)
Tekel kapten Lionel Messi kepada kapten Aljazair Aissa Mandi pada menit ke-32 dinilai layak diganjar kartu merah, tetapi wasit tidak memberi hukuman
 
Argentina 2-0 Austria (Fase Grup)
Pelanggaran gelandang Alexis Mac Allister terhadap gelandang Xaver Schlager sebelum gol Lionel Messi tidak ditinjau VAR
 
Argentina 3-2 Tanjung Verde (Babak 32 Besar)
Injury time dianggap terlalu singkat dan wasit meniup peluit saat Tanjung Verde masih menyerang.
 
Argentina 3-2 Mesir (Babak 16 Besar)
Gol Mesir pada menit ke-58 dianulir wasit via VAR karena pelanggaran terhadap bek tengah Lisandro Martinez, tetapi dugaan penalti terhadap kapten Mesir Mohamed Salah (90+2’) tidak ditinjau VAR
 
 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore