
Kekecewaan pemain Brasil usai kalah dari Norwegia. (FIFA)
JawaPos.com - Timnas Brasil selama puluhan tahun dikenal sebagai negara yang selalu melahirkan pemain-pemain kreatif dengan kemampuan mengatur permainan.
Nama-nama seperti Zico, Ronaldinho hingga Kaka menjadi simbol bagaimana lini tengah Selecao mampu menghidupkan serangan sekaligus menentukan ritme pertandingan.
Namun, kondisi tersebut dinilai mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Meski Brasil masih memiliki deretan penyerang berkualitas dunia, permainan mereka justru kerap terlihat tidak menyatu ketika berada di lapangan.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam ulasan BBC Sports. Jurnalis sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menggambarkan kondisi Brasil saat ini seperti sebuah orkestra yang kehilangan konduktur atau dirigen.
Menurut Vickery, Brasil memiliki banyak pemain bertalenta di lini depan, tetapi belum mempunyai gelandang kreatif yang mampu mengatur tempo permainan, menghubungkan setiap lini, dan menentukan kapan tim harus mempercepat maupun memperlambat serangan.
Analogi tersebut menggambarkan bahwa kualitas individu saja tidak selalu cukup untuk menghasilkan permainan yang efektif.
Tanpa sosok pengatur di lini tengah, potensi besar para penyerang sering kali tidak dapat dimaksimalkan.
Jika melihat skuad Brasil saat ini, mereka memang masih memiliki sejumlah gelandang berkualitas.
Namun mayoritas lebih dikenal sebagai pemain bertipe pekerja keras, gelandang bertahan, atau box-to-box dibanding playmaker murni.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
