Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 00.10 WIB

Prediksi Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Miura, Zico, dan Revolusi Mental Samurai Biru

Laga Brasil menghadapi Jepang di Kirin Challenge Cup. Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti membawa misi membalas kekalahan di Kirin Challenge Cup 2025. (Dok. JFA) - Image

Laga Brasil menghadapi Jepang di Kirin Challenge Cup. Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti membawa misi membalas kekalahan di Kirin Challenge Cup 2025. (Dok. JFA)

JawaPos.com – Brasil menjadi lawan berikutnya bagi Jepang di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun di balik duel tersebut tersimpan hubungan panjang kedua negara, mulai dari peran Zico membangun J.League hingga mimpi Samurai Biru menjadi juara dunia pada 2050.

Selama lebih dari tiga dekade, Jepang membangun satu mimpi besar: menjadi juara Piala Dunia.

Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) menuangkannya dalam JFA Declaration 2005, yang menargetkan terbentuknya 10 juta football family sekaligus membawa Jepang menjadi juara dunia pada 2050.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam filosofi sepak bola nasional Japan's Way yang diperbarui pada 2025. Namun, mengapa harus menunggu hingga 2050 jika mimpi itu bisa mulai diwujudkan sekarang?

Tantangan pertama datang di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Jepang akan menghadapi Brasil di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, Senin (30/6/2026) pukul 00.00 WIB.

Ironisnya, Brasil justru menjadi salah satu inspirasi utama saat JFA membangun fondasi sepak bola modern melalui lahirnya J.League pada awal 1990-an. Kedua negara juga memiliki hubungan historis dan budaya yang sangat erat.

Di São Paulo, misalnya, terdapat komunitas Jepang terbesar di luar Jepang. Sementara itu, legenda sepak bola Jepang, Kazuyoshi Miura, memulai karier profesionalnya di Brasil.

Legenda Brasil, Zico, juga memiliki peran besar dalam perkembangan sepak bola Jepang. Ia bergabung dengan Kashima Antlers pada 1991 dan ikut membangun fondasi sepak bola profesional di Negeri Sakura. Meski telah berusia 38 tahun, Zico masih mampu mencetak hat-trick pada laga pembuka J.League 1993.

"Saya sudah mencapai semuanya sebagai pemain. Yang terpenting adalah memulai dari nol dan mengarahkan sepak bola Jepang ke jalur yang benar," ujar Zico kepada FIFA pada 2022.

Revolusi Mental

Zico, yang melatih Jepang pada periode 2002-2006 dan kini masih menjadi konsultan Kashima Antlers, menilai perubahan terbesar sepak bola Jepang bukan terletak pada teknik maupun taktik, melainkan mentalitas para pemain.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore