
Lionel Scaloni memeluk Lionel Messi. (Photo by JUAN MABROMATA / AFP)
JawaPos.com - Ketika Lionel Scaloni ditunjuk sebagai pelatih Timnas Argentina pada 2018, tidak banyak yang menjadikannya sebagai sosok favorit untuk membawa perubahan besar.
Pengalamannya sebagai pelatih kepala masih minim, sementara Argentina saat itu sedang berada dalam masa transisi setelah gagal memenuhi ekspektasi di berbagai turnamen besar.
Namun delapan tahun berselang, keraguan tersebut telah berubah menjadi pujian. Scaloni berhasil membangun salah satu periode paling sukses dalam sejarah modern sepak bola Argentina.
Baca Juga:Aksi Rendah Hati Lionel Messi di Bangku Cadangan Tuai Pujian saat Laga Argentina vs Aljazair
Hingga saat ini, pelatih berusia 48 tahun tersebut telah mendampingi Albiceleste dalam 97 pertandingan. Dari jumlah itu, Argentina mencatat 70 kemenangan, 18 hasil imbang, dan hanya sembilan kekalahan. Tim asuhannya juga tampil produktif dengan mencetak 201 gol serta hanya kebobolan 49 kali.
Statistik tersebut menunjukkan konsistensi yang jarang dimiliki tim nasional di level tertinggi. Persentase kemenangan Argentina bersama Scaloni bahkan mencapai 78 persen, sebuah angka yang menggambarkan betapa dominannya mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, pencapaian Scaloni tidak hanya diukur melalui angka. Kesuksesan terbesar tentu datang saat ia membawa Argentina menjadi juara dunia. Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Argentina yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Setelah sukses di panggung dunia, Argentina tetap mampu mempertahankan level permainan mereka. Dua gelar Copa América secara beruntun berhasil diamankan, sekaligus mempertegas posisi Albiceleste sebagai salah satu tim terkuat di dunia saat ini.
Mereka juga sukses memenangkan laga juara antarbenua yang mempertemukan kampiun Amerika Selatan dan Eropa.
Di bawah kepemimpinan Scaloni, Argentina juga mencatat rekor 36 pertandingan tanpa kekalahan. Catatan tersebut menjadi yang terbaik sepanjang sejarah tim nasional dan menjadi simbol konsistensi mereka dalam menghadapi berbagai lawan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
