Herve Renard pelatih asal Prancis yang sukses bersama beberapa negara Afrika. (Antara)
JawaPos.com - Nama Herve Renard sudah lama dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Afrika. Namun, perjalanan pria asal Prancis tersebut menuju puncak kesuksesan tidaklah mudah.
Jauh sebelum menjadi sosok yang disegani di berbagai turnamen internasional, Renard pernah menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap dunia sepak bola. Karir bermain Renard berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Cedera lutut memaksanya pensiun saat masih berusia 30 tahun. Keputusan itu menjadi titik balik yang tidak mudah diterima.
Setelah meninggalkan lapangan hijau, dia harus mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pada masa-masa sulit tersebut, Renard bekerja sebagai petugas kebersihan. Setiap pagi dia mengumpulkan sampah, sementara malam harinya digunakan untuk mengikuti kursus kepelatihan.
Di tengah keterbatasan yang ada, dia tetap menjaga mimpinya untuk kembali ke dunia sepak bola melalui jalur yang berbeda. Kesempatan besar datang ketika dia dipercaya menangani Timnas Zambia pada 2008. Meski tidak langsung meraih hasil instan, Renard berhasil membangun fondasi tim yang kuat.
Puncaknya terjadi pada Piala Afrika 2012 ketika Zambia secara mengejutkan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Pantai Gading di partai final. Prestasi tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan. Pada 2014, dia ditunjuk sebagai pelatih Pantai Gading.
Hanya dalam waktu singkat, Renard kembali menunjukkan kualitasnya dengan membawa tim berjuluk The Elephants meraih gelar Piala Afrika 2015. Keberhasilan itu menjadikannya pelatih pertama yang mampu memenangkan Piala Afrika bersama dua negara berbeda.
Baca Juga:Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Catatan itu hingga kini masih menjadi salah satu pencapaian paling istimewa dalam sejarah turnamen. Karir Renard terus berlanjut bersama Timnas Maroko pada 2016. Di bawah arahannya, Maroko berhasil lolos ke Piala Dunia setelah penantian selama dua dekade. Kesuksesan itu semakin memperkuat reputasinya sebagai spesialis pembangunan tim nasional.
Pada 2019, Renard menerima tantangan baru bersama Arab Saudi. Dia kembali mencuri perhatian dunia saat tim asuhannya mengalahkan Argentina 2-1 pada laga pembuka Piala Dunia 2022 di Qatar. Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022