Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 22.38 WIB

Merasa Diperlakukan Tidak Adil oleh FIFA, Amir Ghalenoei Sebut Iran Tertindas di Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei merasa dirugikan di Piala Dunia 2026. (@teammellifootball/Instagram). - Image

Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei merasa dirugikan di Piala Dunia 2026. (@teammellifootball/Instagram).

JawaPos.com - Pelatih tim nasional Iran Amir Ghalenoei melontarkan kritik keras terhadap kondisi yang dihadapi timnya selama Piala Dunia 2026. Ghalenoei bahkan menyebut Iran sebagai tim yang paling tertindas di turnamen itu, menyusul perubahan mendadak jadwal perjalanan yang dinilai merugikan persiapan tim.

Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei setelah Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka Grup G yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles pada Selasa (16/6). Alih-alih fokus pada hasil pertandingan, Ghalenoei membuka konferensi pers pascapertandingan dengan mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap perubahan rencana perjalanan tim. 

Ghalenoei menyebut timnya dipaksa segera meninggalkan Los Angeles dan kembali ke kamp pelatihan di Tijuana, Meksiko, tanpa waktu pemulihan yang memadai.

“Kami menghabiskan begitu banyak waktu di perjalanan udara, bahkan tidak diberi waktu untuk pemulihan. Setelah pertandingan hari ini, kami diberitahu harus segera pergi,” ujar Ghalenoei dikutip dari ESPN.

Menurut Ghalenoei, waktu pemulihan merupakan aspek krusial bagi performa pemain, tetapi kondisi yang dialami Iran justru sebaliknya. “Sangat penting bagi kami untuk memiliki waktu pemulihan, tetapi kami diminta kembali ke kamp di Tijuana. Ini sangat mengganggu. Saya pikir mungkin tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia,” lanjutnya.

Sejak awal, Iran memang menghadapi situasi yang tidak ideal. Basis kamp mereka dipindahkan dari Arizona ke Tijuana beberapa pekan sebelum turnamen dimulai, meski seluruh pertandingan fase grup mereka digelar di Amerika Serikat. Awalnya, tim dijadwalkan terbang ke lokasi pertandingan dua hari sebelum laga dan kembali sehari setelahnya.

Namun, rencana itu berubah. Iran baru tiba di Los Angeles sehari sebelum pertandingan dan kembali mengalami perubahan jadwal usai laga pembuka. Ghalenoei tidak menyebut secara langsung pihak yang bertanggung jawab atas perubahan itu.

Namun, kapten tim Mehdi Taremi mengungkapkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengunjungi ruang ganti tim setelah pertandingan.

“Tentu saja dia ingin membantu kami, tetapi ada hal lain juga. Semua orang tahu situasinya,” ujar Taremi. “Saya tidak perlu menjelaskan lebih jauh karena Anda tahu di mana posisi kami. Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini,” tambah Taremi.

Selain masalah perjalanan, Iran juga menghadapi kendala administratif. Presiden federasi sepak bola Iran Mehdi Taj bersama sejumlah staf pendukung dilaporkan tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat, sehingga tim kehilangan dukungan penting di luar lapangan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore