
Jurgen Klopp. (Istimewa)
JawaPos.com - Regulasi water break mulai berlaku di Piala Dunia 2026. Regulasi ini dikritisi oleh Jurgen Klopp. Mantan pelatih Liverpool FC itu. Menurutnya, alasan FIFA untuk 'melindungi' pemain dari suhu panas yang saat ini melanda Amerika Utara adalah alasan yang basi.
Klopp menilai, aturan water break itu tidak menambah hal positif apapun dalam sepak bola. ''Sepak bola sedang disandera oleh para eksekutif yang berdiam di kantor ber-AC,'' kata Klopp dikutip dari L’Equipe.
Menurutnya, water break alias istirahat minum di tengah pertandingan adalah alasan FIFA untuk memunculkan sponsor. Untuk kepentingan pengiklan, bukan pemain di dalam pertandingan.
''Pertandingan Piala Dunia seharusnya mengalir seperti sungai. Sebaliknya, kita membangun bendungan tepat di tengahnya sehingga iklan dapat melewatinya,'' tegasnya.
Dia tidak nyaman melihat serunya pertandingan sepak bola harus terhenti hanya untuk 'istirahat minum'. Lalu, menghentikan proses permainan yang sudah dibangun hanya karena ingin memasukkan iklan di dalam pertandingan.
''Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang diuntungkan oleh Piala Dunia? Para penggemar? Para pemain? Atau para pengiklan?,'' ungkapnya.
Menurut pelatih berusia 58 tahun itu, water break sangat berbahaya untuk sepak bola. Bisa menghilangkan semangat yang ada di dalamnya. ''Sepak bola dulunya adalah acara utama, tetapi sekarang berisiko menjadi musik latar untuk tontonan iklan,'' paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022