Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 03.07 WIB

FIFA Siapkan Aturan Baru Kartu Kuning di Piala Dunia 2026, Pemain Bintang Bisa Lebih Aman

Ilustrasi kartu kuning. (Istimewa) - Image

Ilustrasi kartu kuning. (Istimewa)

JawaPos.com–FIFA sedang mempertimbangkan perubahan penting terkait aturan akumulasi kartu kuning untuk 2026 FIFA World Cup. Regulasi baru ini disiapkan agar pemain tidak mudah terkena hukuman larangan bermain saat memasuki fase gugur turnamen.

Rencana tersebut muncul seiring perubahan format Piala Dunia 2026 yang akan diikuti 48 negara peserta. Jumlah pertandingan yang lebih banyak membuat risiko pemain terkena akumulasi kartu kuning semakin besar, terutama bagi tim yang melaju jauh hingga babak akhir.

Menurut laporan yang dikutip dari marca.com, FIFA berencana menghapus seluruh akumulasi kartu kuning setelah fase grup berakhir. Selain itu, penghapusan kartu juga akan dilakukan setelah babak perempat final.

Jika aturan ini disahkan, pemain yang sudah menerima kartu kuning di fase grup akan memulai babak gugur dengan catatan bersih. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir absen di laga penting hanya karena akumulasi kartu dari pertandingan sebelumnya.

Pada edisi Piala Dunia sebelumnya, kartu kuning baru dihapus setelah babak perempat final. Situasi itu membuat pemain bisa terkena suspensi apabila mengoleksi dua kartu kuning dalam beberapa pertandingan sebelum semifinal.

Format baru turnamen membuat FIFA merasa perlu melakukan penyesuaian regulasi. Kehadiran babak 32 besar membuat perjalanan menuju final menjadi lebih panjang dibanding edisi-edisi sebelumnya.

Dalam skema yang sedang dibahas, pemain hanya akan terkena suspensi apabila menerima dua kartu kuning dalam tiga pertandingan fase grup. Setelah itu, catatan kartu akan dihapus sebelum memasuki fase knock out.

Kemudian, akumulasi baru dihitung kembali mulai babak 32 besar hingga perempat final. Jika pemain menerima dua kartu kuning dalam rentang tersebut, mereka harus menjalani hukuman larangan bermain.

Langkah ini dinilai dapat menjaga kualitas pertandingan di fase gugur. FIFA ingin laga-laga besar tetap menghadirkan pemain terbaik sehingga persaingan di lapangan menjadi lebih menarik bagi penonton.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore