Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 19.31 WIB

Tenaga Terampil untuk Caregiver, Homecare, Day Care, dan Baby Care Bisa Dihasilkan dari Politeknik

Dirjen Binapenta & PKK Kemnaker Resmikan LPK Politeknik Bhakti Kencana. (Istimewa) - Image

Dirjen Binapenta & PKK Kemnaker Resmikan LPK Politeknik Bhakti Kencana. (Istimewa)

JawaPos.com - Masyarakat membutuhkan tenaga terampil untuk pelayanan perawatan orang tua, perawatan medis, dan pengasuhan anak. Tingkat kebutuhannya tidak hanya di dalam negeri, luar negeri tidak sedikit. 

Hanya kebutuhan tenaga terampil itu harus terukur dan tersertifikasi. Makanya, kehadiran perguruan tinggi vokasi menjadi celah utama untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.

Peluang itu dibaca oleh Politeknik Bhakti Kencana yang menghadirkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk bidang Caregiver, Homecare, Day Care serta Baby Care.

Wakil Direktur Politeknik Bhakti Kencana Edi Heriyadi mengatakan, perkembangan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Mereka harus memiliki keterampilan praktis, kompetensi profesional, pengalaman kerja, kemampuan kewirausahaan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja.

”Atas dasar tersebut kami mengembangkan LPK Politeknik Bhakti Kencana sebagai salah satu instrumen strategis dalam membangun ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pelatihan kerja," papar Edi Heriyadi pada Rabu (16/9).

LPK Politeknik Bhakti Kencana juga memberikan peningkatan kompetensi, pemagangan, pengembangan keterampilan, sertifikasi kompetensi, kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja bagi lulusannya. 

LPK menjadi jembatan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja. Sehingga, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga mendapatkan pengalaman, keterampilan, kompetensi, dan kesiapan kerja yang relevan.

Memperkuat Link and Match Pendidikan dengan Dunia Kerja

Menurut Edi Heriyadi, LPK Politeknik Bhakti Kencana merupakan bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pemerintahan, serta kebutuhan masyarakat.

”Model pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang semakin kompeten, profesional, produktif, adaptif, dan memiliki daya saing,” ungkap Edi Heriyadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore