Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta kegiatan pembelajaran tidak berhenti saat siswa SMK menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kampuan dasar siswa tetap perlu ditingkatkan.
Mu'ti mengatakan, siswa PKL tetap bisa menjalankan pembelajaran secara fleksibel. Artinya pembelajaran disesuaikan dengan kegiatan PKL.
Pembelajaran asinkron menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan. Melalui model ini, murid dapat mengakses materi dan menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa harus mengikuti pembelajaran pada waktu yang sama dengan guru.
"Pembelajaran tidak berhenti ketika anak-anak kita melaksanakan PKL. Justru pengalaman di dunia kerja harus menjadi bagian dari proses pembelajaran," ujar Mu'ti dalam keterangan tertulis, Senin (14/8).
Pimpinan PP Muhammadiyah itu menyampaikan, selama PKL siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam situasi kerja nyata. Selain keterampilan teknis, murid juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, komunikasi profesional, budaya kerja, keselamatan kerja, hingga tuntutan kompetensi di dunia usaha dan dunia industri.
Meski begitu, penguatan kemampuan dasar tetap perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, pembelajaran tidak boleh berhenti selama PKL.
"Literasi dan numerasi merupakan kemampuan fundamental. Keduanya diperlukan bukan hanya untuk kepentingan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja," imbuhnya.
Dalam kegiatan PKL, kemampuan literasi digunakan ketika murid membaca prosedur kerja, memahami petunjuk penggunaan peralatan, menafsirkan informasi teknis, menyusun laporan, mengisi formulir, hingga berkomunikasi dengan pembimbing dan rekan kerja.
Sementara numerasi dibutuhkan dalam berbagai aktivitas pekerjaan. Misalnya menghitung kebutuhan bahan, menentukan ukuran, membaca tabel dan grafik, menghitung waktu pengerjaan, memperkirakan biaya, menghitung persentase, hingga membandingkan hasil pekerjaan.
Data tersebut menunjukkan masih perlunya penguatan kompetensi akademik murid SMK. Salah satu tantangannya adalah memastikan dukungan pembelajaran tetap tersedia ketika murid berada di lokasi PKL.
"Fleksibilitas bukan berarti tanpa arahan. Guru tetap memiliki peran penting dalam menetapkan tujuan pembelajaran, memberikan instruksi, memantau perkembangan, dan memberikan umpan balik kepada murid," pungkasnya.