Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Agustus 2026 | 21.27 WIB

Kemendikdasmen Catat 253 Sekolah Terdampak Gempa NTT, 3 Murid dan 1 Guru Tewas

Para prajurit TNI bersama petugas dari instansi lain membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Rabu (15/8). (TNI) - Image

Para prajurit TNI bersama petugas dari instansi lain membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Rabu (15/8). (TNI)

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 253 sekolah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (15/8) lalu. Kerusakan sekolah terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan data per 16 Agustus 2026, sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB (kewenangan kabupaten) dan 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB (kewenangan provinsi).

Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang.

Kabupaten Manggarai merupakan wilayah dengan kerusakan terparah, yaitu 104 sekolah dari berbagai jenjang, diikuti Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 Sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah dan Manggarai Barat 23.

Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan, yakni tiga orang murid dan satu orang guru. Dengan rincian dua murid dan satu guru di Kabupaten Manggarai Timur, serta satu murid di Kabupaten Manggarai.

Ada sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah ini.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Senin (17/8).

Di sisi lain, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang bergerak melalui dua klaster ekspedisi. Klaster pertama mengirim 30 tenda dari penyimpanan Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk mendukung kebutuhan warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore