
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Brian Yuliarto. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) Brian Yuliarto merespons arah kebijakan terbaru pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait penangguhan penerbitan visa bagi mahasiswa internasional.
Sebagai langkah antisipasi, Kemendikti Saintek membuka peluang untuk memindahkan mahasiswa Indonesia di AS ke kampus lain yang bertaraf sama.
Kebijakan baru Pemerintah AS ini telah diimplementasikan dengan penghentian seluruh proses wawancara visa pelajar di kedutaan besar AS di seluruh dunia.
Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melarang Harvard University menerima mahasiswa asing.
Kebijakan ini kemudian diperbarui dengan pembatasan sebesar 15 persen dari total mahasiswa yang diterima pada setiap tahun akademik.
Pembatasan ini dinilai perlu dilakukan lantaran beberapa mahasiswa asing dinilai "sangat radikal" dan "pembuat onar,". Seperti diketahui, beberapa kampus sempat menyuarakan dengan lantang soal Palestina. Termasuk Harvard.
Melihat situasi di AS yang tak menentu ini, Brian menegaskan bahwa puihaknya berkomitmen untuk memastikan para mahasiswa penerima beasiswa Kemendikti Saintek yang akan kuliah di AS tidak terbengkalai akibat kebijakan ini.
Saat ini, telah disiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kondisi yang ada. ”Kami akan berkomunikasi dengan universitas internasional unggulan di berbagai negara untuk menjajaki kemungkinan pindah ke negara lain,” ujarnya, Kamis (28/5).
Tak hanya kampus-kampus luar negeri (LN), koordinasi dengan universitas di dalam negeri untuk kemungkinan yang sama juga tengah dilakukan.
Brian juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan berperan aktif dan mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan kelanjutan studi mahasiswa Indonesia yang terdampak kebijakan ini.
Di antaranya, melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pihak universitas (internasional dan dalam negeri) dan lembaga pemberi beasiswa agar mahasiswa bisa melanjutkan studinya.
Kemudian, melakukan pendataan mahasiswa, meliputi jurusan yang dipilih, jenjang pendidikan yang ditempuh, serta bagaimana status dan progres pengurusan visa-nya. Tercatat, ada 87 mahasiswa yang berisiko terdampak kebijakan penghentian visa mahasiswa internasional Trump ini.
“Kemdikti Saintek terus berupaya maksimal agar hak pendidikan mahasiswa Indonesia tetap terjamin di tengah dinamika kebijakan internasional yang sedang berlangsung,” katanya.
Di sisi lain, dia meminta agar para mahasiswa yang sudah di AS agar tidak meninggalkan negara Paman Sam tersebut hingga ada kejelasan lebih lanjut.
“Kami juga mengimbau bagi mahasiswa yang sudah berada di AS untuk tidak keluar dari AS agar tidak ada kendala saat masuk kembali,” sambungnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
