
Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau smart board, salah satu contoh penerapan teknologi dalam dunia pendidikan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com–Perkembangan teknologi ajar memacu para guru untuk terus mengasah kemampuan mereka. Harapannya, para siswa yang makin ahli dengan teknologi, tak bosan dengan konsep belajar yang monoton.
Konsultan teknologi Jonie Hermanto mengatakan, kemampuan para guru menentukan proses pendidikan. Sebab, semua proses pendidikan kini membutuhkan teknologi.
”Nah ini termasuk keamanan digitalnya bagaimana, jadi bukan hanya fokus proses belajar dan kurikulum,” tutur Jonie Hermanto dalam seminar Transforming Learning with Integrated Education Technology, di salah satu hotel Surabaya selatan.
Sebanyak hampir 100 praktisi pendidikan dari Surabaya, Malang, Gresik, dan Probolinggo, turut hadir dalam acara tersebut.
Pada aspek keamanan, guru perlu melindungi identitas siswa dan kegiatan belajarnya. Hal itu tak bisa serta merta dipamerkan via internet. Hal ini penting dalam menekan adanya risiko kriminalitas. Maka membuat sistem komunikasi yang aman dan terlindungi, wajib dimiliki sekolah.
Dia mengakui, pandemi mendorong kegiatan belajar turut berubah. Guru dan murid tak lagi terpaku pada lembaran tugas-tugas. Kecepatan berbagi materi juga meningkat.
”Guru akhirnya bisa share materi dari mana saja. Mereka nggak harus melulu presentasi,” tutur Pientha Glenys Amanti, salah satu pembicara.
Siswa bisa belajar secara mandiri maupun mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Selain itu, geografis tak lagi jadi batasan.
Samuel Dian Pramana mengatakan, pertumbuhan sekolah jarak jauh bisa saja dijalani di masa depan. Misalnya, siswa-siswa dari luar pulau ingin mengakses pendidikan dengan kualitas tertentu di Pulau Jawa. Beberapa sekolah telah mulai menjalankan skema tersebut.
”Sekarang kita latih dulu guru-guru SD-SMA di Jatim yang buka sekolah formal untuk semakin kompeten menggunakan teknologi pendidikan,” tutur Samuel Dian Pramana, perwakilan Berdaya Mandiri Prestasi itu.
Dia menjelaskan, jika guru sudah terbiasa dengan medium pembelajaran yang variatif, murid juga akan lebih leluasa belajar sesuai dengan kebiasaan masing-masing.
Pientha turut mengamini. Dia mengatakan, siswa kini sudah terbiasa menggunakan laman grafis, video, maupun materi interaktif lainnya. Guru dan siswa tak bisa terpaku pada satu platform yang hanya bisa diakses via gadget tertentu.
”Nah sekarang gimana komunikasi guru dan siswa ini juga berjalan efektif,” jelas Pientha.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
