Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 18.48 WIB

Pentingnya Pendidikan berbasis Keterampilan yang Relevan dengan Perkembangan Zaman

Pembukaan acara Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) Indonesia 2024/Istimewa. - Image

Pembukaan acara Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) Indonesia 2024/Istimewa.

JawaPos.com - Menciptakan pendidikan berbasis keterampilan dan akademis yang relevan dengan perkembangan zaman sangat penting di era persaingan global saat ini. Untuk itu, diperlukan sebuah kolaborasi antar pemangku kepentingan khusunya sektor pendidikan agar tujuan tersebut terlaksana dengan baik.

Salah satunya dengan platform global, Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) Indonesia 2024  yang diselenggarakan oleh MSW Global dengan  bertujuan  menjadi platform strategis yang mempertemukan pelaku utama sektor pendidikan tinggi dari berbagai negara melalui beragam program seperti seminar B2B, lokakarya, dan pertemuan kemitraan.

HEPCON tidak hanya fokus pada kolaborasi antar lembaga pendidikan, tetapi juga memperluas jangkauannya dengan melibatkan perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat membangun ekosistem berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan industri.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pendidikan Tinggi, serta sejumlah pihak penting seperti Rektor Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, Jaringan Universitas Indonesia, dan beberapa kedutaan besar serta pusat pendidikan asing.

"Dengan perkembangan teknologi yang cepat, kita memasuki era baru kolaborasi—era yang masih banyak dari kita belum sepenuhnya eksplorasi. HEPCON berkomitmen untuk menciptakan ruang di mana semua pihak, dari institusi pendidikan tinggi hingga dunia korporat dan asosiasi sekolah, dapat berkumpul untuk berkembang dan berhasil bersama-sama," kata Direktur MSW Global, selaku ketua panitia HEPCON Michael, Kamis (29/8).

Michael mengatakan, bgi peserta pameran dari luar negeri, acara ini merupakan peluang promosi global yang dapat digunakan untuk memperluas pasar mereka dan juga untuk mendukung penerapan Key Performance Indicator no. 6 yang berkisar pada mahasiswa, dosen, dan petinggi dari universitas. Pameran ini diharapkan dapat membuka jalan untuk berkolaborasi dengan dunia internasional, sejalan dengan globalisasi di berbagai aspek.

"Hal ini juga termasuk dalam Merdeka Belajar-Kampus Mereka dan implementasi Key Performance Indicator no.6, untuk internasionalisasi kerjasama dan kemitraan dan kolaborasi yang semakin mendorong perkembangan pendidikan tinggi kita," ujarnya.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi senantiasa berkomitmen mendukung peningkatan mutu sektor pendidikan tinggi melalui kerjasama di berbagai tingkatan, seperti Government to Government, dan interaksi antar perguruan tinggi sebagai instrumen utama untuk memfasilitasi dosen dan mahasiswa dalam mencapai tujuan. dapat menggunakan kebijakan dan program inovatif melalui kemitraan internasional.

Diharapkan, konferensi ini dapat mendorong terciptanya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan industri, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa.

"Harapannya kita dapat terus menjaga hubungan bilateral dan multilateral yang telah terjalin selama ini, tetap terhubung tidak hanya melalui pemerintah tetapi juga melalui mahasiswa yang berperan aktif sebagai bagian dari people to people contact dan sebagai motor interaksi pembelajaran," ujarnya.

Sebagai informasi, partisipasi HEPCON 2024 diikuti lebih dari 200 universitas dari 20 negara. HEPCON 2024 berlangsung selama tiga hari, mulai dari 29 hingga 31 Agustus 2024, dari pukul 09.00 hingga 17.00 setiap harinya. Berbagai Memorandum of Understanding (MoU) juga akan ditandatangani dalam waktu yang sama, menandai komitmen untuk kerjasama lebih lanjut.

Pembukaan acara ini dilakukan oleh beberapa tokoh penting, antara lain Mr. Yayat Hendayana, Kepala Divisi Komunikasi Publik dan Kerjasama Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Teknologi, Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D., Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, serta Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia.



Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore