Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 16.40 WIB

Akses Anak Disabilitas Masuk ke Sekolah Luar Biasa Masih Terbatas

Pimpinan Baznas bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. Foto : Hilmi/Jawa Pos - Image

Pimpinan Baznas bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. Foto : Hilmi/Jawa Pos

JawaPos.com - Akses anak didik penyandang disabilitas untuk menuntut ilmu di sekolah luar biasa (SLB) saat ini masih sulit. Pasalnya jumlah SLB sangat terbatas. Umumnya lembaga SLB berada di perkotaan, sehingga sulit diakses masyarakat perdesaan.

Sorotan soal akses SLB untuk penyandang diambil tersebut disampaikan Pimpinan Baznas bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. "(Layanan) SLB di kampung-kampung itu susah," katanya dalam peluncuran Beasiswa Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat di Jakarta pada Kamis (13/7) malam.

Dia mengatakan, warga di desa atau perkampungan harus keluar biaya ekstra jika ingin menyekolahkan anaknya yang disabilitas di SLB. Bagi sebagian orang di desa, biasa tersebut terbilang besar. Ujungnya anak yang disabilitas tidak mengenyam pendidikan.

Saidah bersyukur masyarakat ikut terlibat mengatasi masalah tersebut. Contohnya di NTB, LP Ma'arif NU mendirikan madrasah inklusi. Sehingga bisa membuka akses masyarakat setempat untuk menyekolahkan anak-anaknya di layanan pendidikan inklusi. "Jadi tidak perlu ke SLB. Tapi cukup di madrasah inklusi," katanya.

Menurut dia layanan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus sangat penting. Saidah mencontohkan suatu saat dia berkunjung ke Madura. Di sana dia berjumpa dengan anak penyandang tuna netra. "Dia hafal 17 juz. Bacaannya bagus," kayanya.

Padahal anak usia belasan tahun itu tidak bisa baca aksara Braille. Ternyata ada tuna netra itu belajar Alquran lewat tape recorder yang selalu dia bawa ke mana-mana. "Akhirnya saya bantu masuk ke pesantren, yang ada pengajaran aksara Braille," tuturnya. Ke depan anak itu diharapkan bisa membaca Alquran Braille.

Melalui beasiswa yang diluncurkan itu, Saidah berharap bisa membantu layanan pendidikan anak-anak disabilitas. Selain itu juga anak-anak dari daerah 3T dan komunitas adat. Masing-masing lembaga bisa mendapatkan beasiswa Ro 50 juta sampai Rp 100 juta, tergantung program yang diusulkan. Hilmi Setiawan 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore