
Ilustrasi pekerja di Pabrik HS. (Istimewa)
JawaPos.com - Jari-jari itu terus bergerak mengarah ke depan dan ke belakang membentuk seperti selongsong demi menghasilkan produk tembakau sesuai standar. Tanpa fungsi telinga dan suara keahlian itu tetap ada.
Tangan itu menjadi tulang punggung demi rupiah dari hasil melinting dan mengepak batangan rokok di Pabrik HS Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Suasana hening, bukan karena tak ada orang, melainkan mulut itu tak biasa bersuara sejak lahir.
Riak-riak suara hanya terdengar dari tengah ruangan, tempat karyawan lain bekerja. Di situ bukan pekerja difabel, sehingga bisa bercerita sambil bekerja.
Keterbatasan itu, tak membuat Shinta, 34, patah arang. Dia memanfaatkan betul kesempatan untuk bekerja ini. Bersama 70 karyawan difabel lainnya, dia tetap bekerja sebaik mungkin.
Di bawah sinar lampu berwarna putih, Shinta menceritakan pedihnya mencari kerja. Sebagai penyandang tunawicara dan tunarungu, dia mendapat banyak stigma negatif.
"Dulu sulit sekali mencari kerja. Berkali-kali melamar, tapi selalu ditolak. Kebanyakan mereka meragukan kemampuan kami hanya karena kami berbeda. Menganggap kami tidak mampu tanpa pernah diberi kesempatan," ucapnya lirih.
Ibu satu anak ini masih ingat betul sakitnya penolakan kerja yang sering dialaminya. Situasi ini pun perlahan menjadi haru ketika diterima bekerja di pabrik HS.
"Tapi di pabrik rokok HS ini, saya seperti menemukan kehidupan baru. Tidak hanya diterima kerja tanpa syarat dan pengalaman, tapi kami juga dihormati dan dihargai tanpa dibedakan," imbuhnya.
Dunia terus berputar, begitu kata Shinta. Seperti yang dialaminya dulu saat membuka usaha batik kecil-kecilan. Bangkrut, lalu harus berutang ke bank.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
