Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 September 2021 | 21.48 WIB

Penggunaan PeduliLindungi di Dunia Pendidikan Jangan Disalahgunakan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana untuk mengintegrasikan data satuan pendidikan dengan aplikasi PeduliLindungi. Terkait hal itu, Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zaenatul Haeri mendukung adanya sinkronisasi ini.

Namun, ditegaskan agar data tersebut tidak disalahgunakan. "Data ini jangan disalahgunakan, ini jadikan pembelajaran untuk pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas," ungkapnya kepada JawaPos.com, Minggu (26/9).

Integrasi ini pun juga harus dipastikan keamanannya. Pasalnya, sebelumnya dikatakan juga ada kebocoran data di aplikasi PeduliLindungi.

"Soal data ini juga kami ingin mendorong, sejauh mana keamanannya," tutur dia.

Diharapkan tidak ada kepentingan bisnis didalam sinkronisasi data ini. Sebab, saat ini juga sudah masuk ke era datakrasi atau data menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah kebijakan dan layanan sosial.

"Apakah ini ada kepentingan bersama atau bisnis. PeduliLindungi itu aman nggak datanya, apa ini demi bisnis atau kepentingan bersama. Sekarang masuk era datakrasi, itu data adalah berharga, kalau negara minta input ya kita lakukan, tapi jangan disalahgunakan," pungkas dia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore