
Pada final race, peserta harus melahap trek sepanjang 6,7 km dan elevasi naik turun antara tiga hingga 12 meter. Setiap tim tentu merancang strateginya masing-masing.
JawaPos.com - Dua tahun berturut-turut Tim Sapuangin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya gagal pada kejuaraan internasional Shell Eco Marathon Drivers’ World Championship (DWC). Namun tahun ini mereka membayar lunas kegagalan tersebut. Sapuangin pulang dengan memboyong gelar juara, Minggu (8/7), waktu setempat.
Ajang balap mobil hemat energi yang tahun ini berlangsung di London, Inggris itu diwakili tiga tim dari Asia. Selain ITS, juga ikut berpatisipasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan mobil Semar Urban serta Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Ketiga tim andalan Indonesia tersebut berhasil meraih tiket menuju grandfinal DWC 2018, setelah menjadi yang tercepat di kompetisi tingkat asia. Final race DWC 2018 dihelat siang hari, saat musim panas dengan suhu sekitar 30 derajat celcius. Bagi sebagian peserta yang berasal dari Asia, cuaca itu menjadi keuntungan tersendiri.
Pada final race, peserta harus melahap trek sepanjang 6,7 km dan elevasi naik turun antara tiga hingga 12 meter. Setiap tim tentu merancang strateginya masing-masing. "Ada yang setia menjaga kecepatan dalam strategi yang terukur karena race berlangsung dalam 10 lap. Sapuangin termasuk salah satunya," ungkap Manajer Nonteknis Tim Sapuangin ITS Billy Firmansyah. melalui pesan online.
Menurut Billy, Tim Sapuangin ITS sengaja memasang strategi dengan terus menggunakan kecepatan sedang di awal lap. Driver harus mengatur kecepatan yang tak boleh lebih dari 40 km/jam, agar efisiensi energi menjadi seimbang.
Meski begitu, Sapuangin selalu berada dalam posisi empat besar terdepan. Melihat kondisi bahan bakar yang masih memadai, Sapuangin tancap pedal gas dalam-dalam. "Di putaran lap terakhir, Sapuangin akhirnya mampu menyalip mobil lawan dan berhasil menempati posisi terdepan," tuturnya.
Hingga lap 10 berakhir, Sapuangin memimpin melintasi garis finish. Para anggota Tim Sapuangin pun sontak berpelukan dalam tangis haru. Namun, sempat terjadi insiden di balik final race itu. Secara sepihak, panitia tiba-tiba menyatakan ITS baru menyelesaikan sembilan lap. Padahal, terdapat 10 lap yang semestinya harus dilampaui. Alhasil, Sapuangin melorot posisinya hingga ranking 9.
Merasa dicurangi, Tim Sapuangin pun melancarkan protes ke panitia. Dibantu rekan seperjuangan dari Indonesia, yakni UGM dan UNY. "Dalam protes, kami sertakan data dan video yang merekam selama lomba berlangsung," terang Billy.
Setelah panitia berdiskusi dengan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada, akhirnya saat awarding di akhir acara, trofi Juara I DWC 2018 berhasil dibawa pulang Sapuangin.
General Manager Tim Sapuangin ITS, Rafi Rasyad mengungkapkan rasa bahagianya setelah timnya berhasil menjuarai kompetisi adu cepat mobil hemat energi ini. "Ini adalah pencapaian yang luar biasa," ujar Rafi penuh haru.
Rafi mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan oleh banyak pihak, baik moril maupun materiil. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Shell Indonesia atas dukungan penuh untuk Tim Sapuangin ITS hingga mobil kami menjadi mobil tercepat dan hemat energi di dunia," tambahnya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
