Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juni 2025 | 23.42 WIB

Prof. Muhammad Madyan Resmi Jabat Rektor Unair 2025–2030, Gubernur Khofifah Optimistis UNAIR Makin Mendunia

Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si (kiri) dan istri bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Pemprov Jatim)

JawaPos.com-Universitas Airlangga (Unair) Surabaya resmi memiliki pemimpin baru. Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., dilantik sebagai Rektor Unair periode 2025–2030 dalam Upacara Pelantikan yang digelar Selasa (17/6) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR C Unair, Surabaya.

Pelantikan ini menandai dimulainya masa kepemimpinan Prof. Madyan sebagai rektor ke-14 Unair, menggantikan Prof. Dr. Mohammad Nasih yang telah memimpin selama dua periode, sejak 2015 hingga 2025.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dalam pelantikan dan memberikan ucapan selamat. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Unair akan semakin berprestasi di bawah kepemimpinan Prof. Madyan.

"Selamat dan sukses kepada Prof. Muhammad Madyan. Semoga beliau dapat menjalankan amanah ini dengan sukses dan membawa dampak positif yang luas, baik untuk UNAIR maupun bangsa Indonesia," ujar Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Unair.

Khofifah menegaskan bahwa Unair memiliki potensi besar untuk menjadi kampus kelas dunia, terutama dengan visi Prof. Madyan yang berfokus pada peningkatan kapasitas intelektual dan kemampuan kerja (employability skill) mahasiswa.

“Unair bukan hanya kampus unggul, tapi juga harus berdampak. Kita punya cita-cita besar menjadikan UNAIR sebagai rumah intelektual dan pusat pengembangan SDM berkualitas,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Unair saat ini menduduki posisi ke-308 dalam pemeringkatan dunia versi QS World University Rankings (QS WUR) 2025. Prestasi ini diyakini Khofifah sebagai modal kuat untuk melaju lebih jauh.

Khofifah juga mendorong perguruan tinggi, khususnya Unair, untuk aktif berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa, termasuk tantangan-tantangan di Jawa Timur.

"Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—harus terus dikawal. Kampus harus menjadi garda terdepan mencari solusi atas berbagai masalah sosial. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kolaborasi dengan perguruan tinggi adalah kunci," tegasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore