Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2024 | 14.27 WIB

Universitas Pancasila Gelar Seminar, Diplomasi Pancasila bagi Dunia Jaga Martabat Bangsa di Tengah Praktik Transaksional Global

Universitas Pancasila menyelenggarakan seminar nasional bertajuk Diplomasi Pancasila Bagi Dunia. (Istimewa) - Image

Universitas Pancasila menyelenggarakan seminar nasional bertajuk Diplomasi Pancasila Bagi Dunia. (Istimewa)

JawaPos.com–Memperingati Dies Ke-58, Universitas Pancasila menyelenggarakan seminar nasional bertajuk Diplomasi Pancasila Bagi Dunia. Acara dibuka Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU.

Marsudi menyatakan, penyelenggaraan seminar itu untuk membahas bagaimana diplomasi Indonesia dapat terus berkontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan dunia. Seminar ini menjadi momen istimewa dengan kehadiran Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri periode 2014-2024, yang berbicara di depan publik untuk pertama kali setelah purna tugas.

”Ibu Retno menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk  terus menjaga Pancasila dan mengharumkan nama  Indonesia di kancah internasional,” ujar Marsudi Wahyu Kisworo.

Sementara itu, Retno Marsudi menekankan nilai-nilai patriotisme dan penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah aset bangsa yang menyatukan berbagai suku, budaya, dan agama.

”Saya berharap generasi muda berpegang pada prinsip Pancasila sebagai kompas berbangsa dan bernegara,” tutur Retno Marsudi.

Retno juga menjelaskan tantangan Indonesia dalam menjaga martabat di tengah praktik transaksional global serta pentingnya mendefinisikan kepentingan nasional.

”Penting untuk menjaga komitmen bangsa Indonesia terhadap Pancasila agar tetap kokoh dalam menghadapi dinamika politik global,” terang Retno.

Pembicara lainnta, Dr. Darmansyah Djumala, SE., MA., menekankan Pancasila sebagai falsafah, dasar negara, dan ideologi yang diimplementasikan dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Pengakuan Pancasila sebagai Memory of the World oleh UNESCO, diharapkan dapat menginspirasi hubungan internasional.

”Ujian sejarah membuktikan bahwa Pancasila dipegang teguh oleh bangsa Indonesia dalam tiga dimensi: sebagai falsafah, dasar negara, dan ideologi,” papar Darmansyah Djumala.  

”Sebagai falsafah, Pancasila diyakini sebagai sistem nilai yang hidup dalam masyarakat (Pancasila sebagai living ideology). Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum dan pedoman nilai dalam menyusun aturan. Sebagai ideologi, Pancasila memuat sekumpulan ide, gagasan, dan cita-cita dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, berperan sebagai working ideology dalam kebijakan negara,” kata Darmansyah Djumala.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore