Ilustrasi. pembukaan pendaftaran PPPK 2024 oleh BKN. (Ainur Ochiem/Radar Bojonegoro)
JawaPos.com – Nasib honorer khususnya tenaga kependidikan (tendik), akhirnya menemui titik terang usai dikeluarkannya buku panduan kerja tenaga administrasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Dalam buku panduan kerja tersebut, kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2024 ini tak hanya akan diisi oleh tenaga guru saja, tetapi juga akan diisi oleh pegawai sekolah yang termasuk ke dalam tendik lainnya.
Beberapa pegawai sekolah yang masuk kedalam tendik yang dikabarkan bakal mendapat bagian kuota PPPK di antaranya, operator sekolah, pustakawan, tata usaha (TU), Satuan Keamanan (satpam) sekolah hingga penjaga sekolah.
Dilansir dari Radar Bojonegoro (JawaPos Grup), pada Minggu (21/1), hal tersebut juga turut disambut baik oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Kepala BKPP Bojonegoro, Aan Syahbana menyampaikan, tendik di lingkungan Pemkab Bojonegoro, berpeluang masuk dalam formasi Teknis PPPK 2024. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan yang dikabarkan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek.
Ketetapan baru ini, menurut Aan baru diterapkan pada tahun 2024 ini. ‘’Benar, mulai tahun ini ada formasi yang mengakomodir tenaga kependidikan,” terang Aan, Radar Bojonegoro (JawaPos Grup), pada Minggu (21/1).
Lebih lanjut, Aan menjelaskan, berdasarkan buku panduan kerja tenaga administrasi sekolah dari Kemdikbudristek tersebut, bahwa operator sekolah hingga penjaga sekolah termasuk sebagai tenaga kependidikan atau tendik.
Menurutnya, hal tersebut tentu disambut oleh ribuan pegawai tidak tetap (PTT) atau honorer, khususnya yang ada di Kebupaten Bojonegoro. Sebab, selama ini PTT termasuk tendik belum tersentuh kuota PPPK.
Baca Juga: Kabar Gembira! Seleksi CPNS dan PPPK tahun 2024 Bisa Dibuka Sampai Tiga kali, Total 2,3 Juta Formasi
Bahkan, hal ini juga menjadi secercah harapan bagi para tenaga honorer K-2 yang diketahui tak bisa mengikuti seleksi PPPK pada tahun sebelumnya, dikarenakan terkendala oleh ijazah dan tidak memiliki biaya untuk bersekolah lagi.
Disisi lain, Ketua Forum Honorer K-2 Bojonegoro Arif Ida Rifai menyebut para tendik honorer di Bojonegoro rata-rata sudah mengabdi hingga puluhan tahun. ‘’Selain itu, tendik ini sudah mengabdi lama, rerata sudah 15 bahkan lebih dari 20 tahun,” ungkap Arif.
Dengan dikeluarkannya buku panduan kerja tenaga administrasi sekolah dari Kemendikbudristek terbaru itu, diharapkan para tenaga honorer di Bojonegoro termasuk tendik dapat terkaver kuota PPPK pada tahun ini.
Apalagi, sudah ada sinyal dari pusat, dan data pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro pun sudah tercatat. Menurutnya, sudah begitu banyak kendala yang telah dialami oleh para tenaga pendidik dan honorer K-2 selama ini. Sehingga, kesejahteraannya pun patut diperhatikan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
