JawaPos.com -Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus memperluas jangkauan kucuran beasiswanya. Kali ini mereka mengumumkan, beasiswa untuk mahasiswa asing (WNA) yang kuliah di Indonesia. Beasiswa khusus jenjang doktoral (S3) ini ditargetkan untuk 280 orang setiap tahunnya.
Program beasiswa LPDP untuk mahasiswa asing tersebut disampaikan langsung oleh Direktur LPDP Dwi Larso. "LPDP memberikan pendanaan (beasiswa) khusus WNA dalam rangka diplomasi," katanya usai penandatanganan kerjasama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok pada Rabu (16/8).
Dia mengatakan untuk tahun-tahun pertama ini, disiapkan 80 slot beasiswa doktor. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. Hingga mencapai target beasiswa untuk 280 mahasiswa asing setiap tahunnya. Dia menegaskan beasiswa tersebut hanya untuk WNA yang kuliah di kampus UIII.
Menurut Dwi Larso pemberian beasiswa untuk WNA tersebut merupakan program strategis. Yaitu mendongkrak posisi Indonesia di kancah global. Baginya untuk keilmuan bidang keagamaan Islam, Indonesia harus bisa menjadi pemain utama di tingkat global. Caranya dengan mengundang sebanyak-banyaknya mahasiswa asing kuliah di Indonesia.
Di Larso menjelaskan tidak ada batasan negara mana saka yang bisa mengakses beasiswa LPDP untuk mahasiswa asing tersebut. Hanya saja prosesnya tetap melalui seleksi yang dilakukan jajaran UIII dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Peran Kemenlu sangat penting, karena terkait dengan hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara asal mahasiswa pelamar.
Rektor UIII Komaruddin Hidayat menyambut baik alokasi beasiswa untuk mahasiswa asing tersebut. Dia mengatakan minat mahasiswa asing kuliah di UIII terus meningkat. Di tahun ketiganya ini, ada sekitar 2.000 calon mahasiswa asing dari 60 negara yang mendaftar ke UIII.
"Kebijakan LPDP memberikan beasiswa mahasiswa asing ke sini ada dua keuntungan," katanya. Pertama adalah meningkatkan standar internasional UIII. Kemudian juga meningkatkan langit keilmuan di Indonesia secara umum. Keuntungan yang kedua adalah, perputaran uang tersebut berada di dalam negeri. Jadi tidak ada devisa yang mengalir ke kuar negeri, seperti ketika memberikan beasiswa anak-anak Indonesia kuliah di luar negeri.