
Wamendagri) Akhmad Wiyagus. (Dok. Kemendagri)
JawaPos.com - Pemerintah terus memantapkan langkah penerapan digitalisasi dalam proses pemilihan di berbagai tingkatan. Baik itu pemilihan umum (pemilu) di berbagai tingkatan hingga pemilihan eksekutif.
Menuju ke arah itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus meningkatkan literasi atau pemahaman masyarakat terhadap penerapan teknologi yang transparan dan akuntabel dalam demokrasi.
Langkah itu dengan mengenalkan Digital Election Simulation Lab (DESLab) sebagai sarana edukasi dan literasi publik terkait digitalisasi dalam proses pemilihan. Kehadiran DESLab juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap penerapan teknologi yang transparan dan akuntabel dalam demokrasi.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mengatakan, Kemendagri mengambil peran sebagai fasilitator dalam proses edukasi maupun literasi terkait digitalisasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi pada proses pemilihan.
Menurut dia, melalui DESLab masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana sistem digitalisasi pemilihan dioperasionalkan. “Kemendagri juga harus menjadi fasilitator terhadap pelaksanaan edukasi maupun proses literasi terkait dengan digitalisasi ini," ujar Akhmad Wiyagus di Command Center Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri pada Kamis (7/5).
Akhmad Wiyagus menekankan lagi, melalui DESLab masyarakat dapat memahami berbagai tahapan dalam sistem pemilihan digital, mulai dari proses verifikasi pemilih, penggunaan hak suara, hingga penerapan prinsip one man one vote dalam simulasi pemilihan.
“Melalui DESLab ini kita juga nanti akan melihat secara langsung sistem ini dioperasionalkan. Verifikasi pemilih harus dilakukan, kemudian juga bagaimana hak suara digunakan, bagaimana prinsip one man one vote juga dijaga, bagaimana prosesnya disimulasikan,” lanjutnya.
Wamendagri meminta agar pengelolaan DESLab dilakukan secara tertib dan transparan sehingga dapat menjadi ruang pembelajaran yang jelas bagi masyarakat. “Untuk itu saya meminta kepada BSKDN agar mengelola secara tertib kemudian transparan, sehingga kegiatan simulasi ini harus menjadi pembelajaran yang jelas,” tegasnya.
Dia juga berharap DESLab BSKDN dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang modern dan bertanggung jawab dalam mendukung masa depan demokrasi Indonesia.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
