Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal. (PKB)
JawaPos.com - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (5/4). Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal.
Melalui Muscab ini, Cucun menekankan kepada kader PKB agar menyatukan kekuatan tradisional menghadapi agenda politik ke depan. Para kader juga harus menguasai teknologi di tengah kemajuan dunia digital.
Cucun juga mengingatkan kepada ratusan kader dan delegasi 13 kecamatan yang mengkkuti muscab agar menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah partai yang berakar kuat di kalangan santri, ulama, dan masyarakat perdesaan.
"Kekuatan utama PKB di Pamekasan adalah akar rumput yang sangat kuat, nasab perjuangan kita jelas dari para kiai dan pesantren. Namun, akar yang kuat ini tidak boleh kaku. Kita harus mampu 'menyapa zaman' dengan menjadi partai yang melek teknologi dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup masyarakat modern," kata Cucun.
Wakil Ketua DPR RI itu juga menegaskan bahwa kepengurusan DPC Pamekasan ke depan wajib mengadopsi Digital Grassroots Strategy. Artinya, cara-cara konvensional dalam menyapa warga harus diperkuat dengan penggunaan platform digital untuk menyerap aspirasi dan memberikan solusi cepat bagi persoalan rakyat.
"Kader kita di Pamekasan tidak boleh gagap teknologi. Justru teknologi harus kita gunakan sebagai alat perjuangan untuk membela petani, nelayan, dan kaum santri secara lebih efisien. Kita ingin suara rakyat dari desa-desa di Pamekasan terdengar langsung ke pusat lewat ekosistem digital partai yang terintegrasi," lanjutnya.
Cucun menuturkan, DPP PKB sudah melakukan digitalisasi di tingkat pusat. Selain itu, sistem monitoring kinerja anggota DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota, kepala daerah, hingga tenaga ahli sudah terintegrasi dengan teknologi digital.
"Melalui sistem yang kami namai SIMPEL memang dirancang untuk menekankan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengawasan kinerja seluruh kader PKB di berbagai tingkatan," jelasnya.
Kebutuhan akan teknologi dinilai sangat krusial dalam menghadapi Pemilu 2029 mendatang. Sebab, mayoritas pemilik suara adalah anak muda yang sehari-hari selalu bersinggungan dengan teknologi.
"Pamekasan harus membuktikan bahwa menjadi religius dan menjaga tradisi tidak berarti harus tertinggal. Kita tunjukkan bahwa PKB adalah partai yang paling siap memadukan nilai-nilai luhur dengan inovasi modern untuk kesejahteraan rakyat Madura," tutupnya.
Agenda Muscab hari ini fokus pada penyusunan program kerja strategis jangka panjang serta penataan struktur organisasi yang lebih profesional untuk menyongsong target kemenangan besar Partai Kebangkitan Bangsa di masa depan.