Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2024 | 21.06 WIB

Timnas Amin Somasi KPU soal Umpatan dari Penonton Sewaktu Debat Ketiga

Capres nomor urut satu Anies Baswedan, capres nomor urut dua Prabowo Subianto dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). - Image

Capres nomor urut satu Anies Baswedan, capres nomor urut dua Prabowo Subianto dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).

JawaPos.com - Pihak Timnas Amin (Anies-Muhaimin) melayangkan somasi kepada KPU. Somasi tersebut terkait umpatan yang diduga dilakukan pendukung capres nomor urut 2 kepada Anies Baswedan dalam debat ketiga lalu.

Direktur Sengketa Proses Amin Zaid Mushafi mengatakan, Anies mendapatkan dua umpatan yang tidak pantas dalam debat. Namun, hingga kini KPU tidak melakukan tindakan apa pun terhadap kasus tersebut. ”Kami minta dari KPU menindak tegas oknum tersebut karena sudah merendahkan,” ujarnya.

Sebagai penyelenggara, lanjut dia, semestinya KPU memastikan pelaksanaan berjalan baik. Termasuk menertibkan pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. ”Makanya itu kami meminta KPU untuk bertindak tegas dan mencari tahu siapa yang telah melakukan itu,” katanya.

Untuk mendukung somasi tersebut, Timnas Amin kemarin menyerahkan dua bukti video yang memperlihatkan tindakan umpatan tersebut. Dengan adanya tindakan tegas, diharapkan kasus serupa bisa dihindari.

Merespons somasi tersebut, dalam waktu dekat KPU akan memberikan tanggapan. Saat ini surat tengah dikaji divisi hukum KPU.

Sementara itu, KPU membuat kebijakan bakal meningkatkan pengawasan terhadap perilaku penonton dalam debat pemilihan presiden. Itu merupakan evaluasi atas pelaksanaan debat ketiga yang menyisakan banyak pelanggaran tata tertib oleh penonton maupun tim pendukung.

Dalam debat ketiga lalu, terjadi sejumlah insiden. Mulai umpatan penonton ke paslon, pengacungan jari kepada capres lawan, hingga tim paslon yang menghampiri moderator.

Komisioner KPU RI August Mellaz mengakui bahwa sistem yang ada belum efektif untuk meredam insiden. Oleh karena itu, pihaknya menyepakati intensivitas penertiban perilaku penonton. Salah satu upayanya adalah penggunaan handie-talkie untuk komunikasi semua tim paslon dengan KPU. ”Yang akan pegang dua LO (liaison officer) super access,” ujarnya di kantor KPU tadi malam. LO super access tersebut juga akan memiliki akses langsung untuk berkomunikasi dengan KPU di arena.

Dari sisi tata letak, LO super access akan dekat dengan penyelenggara. Sehingga bisa sama-sama mengobservasi kondisi arena debat. Selain itu, dalam rapat tadi malam, KPU juga meminta LO masing-masing paslon untuk lebih memastikan semua pendukung agar taat aturan.

Pelaksanaan debat keempat diputuskan digelar di Jakarta Convention Center. Penyelenggaraan dilakukan oleh stasiun Televisi Media Group dan EMTEK. (far/mia/wan/c6/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore