Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Juni 2018 | 08.14 WIB

Peringati Harlah Pancasila, Gus Yasin: Negara Lain Ingin Seperti Kita

Calon wakil gubernur Jateng nomor urut 1 Gus Yasin (berpeci) saat mengikuti acara - Image

Calon wakil gubernur Jateng nomor urut 1 Gus Yasin (berpeci) saat mengikuti acara

JawaPos.com - Hari lahirnya Pancasila yang diperingati tiap tanggal 1 Juni menjadi momen bagi sebagian orang untuk merenungkan arti keberagaman dan kebersamaan. Tak terkecuali calon wakil gubernur Jateng Taj Yasin yang mengikuti acara Nuzulul Quran sekaligus peringatan Hari Lahir Pancasila.


Pada acara bertajuk Ndonga Bareng Ngupaya Tentrem itu, Gus Yasin, sapaan akrab sang cawagub, menegaskan bahwa Pancasila adalah pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan suku.


"Pancasila itu pemersatu, kalau tidak ada Pancasila kita (bangsa Indonesia) tidak akan bersatu," katanya di Posko Ganjar-Yasin, Jalan Pandanaran Semarang, Jumat (1/6) malam. Gus Yasin pun menyebut bahwa banyak negara lain yang ingin seperti Indonesia dengan Pancasila sebagai ideologinya.


"Negara lain ingin seperti Indonesia, kok bisa ya Pancasila menyatukan umat Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, bahkan dengan berbagai macam suku," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PKB) itu.


Acara Ndonga Bareng Ngupaya Tentrem sendiri dihadiri oleh perwakilan lintas agama dan kepercayaan. Terkait dengan hal itu, Gus Yasin memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap kegiatan itu.


"Ini yang kita tunggu-tunggu, dengan keberagaman agama dan kebersamaan ini kita ingin menunjukkan bahwa toleransi benar-benar ada di Indonesia, khususnya di Jateng," katanya lagi.


Sementara Ripana, selaku Koordinator acara menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan ini dilatarbelakangi aksi terorisme di beberapa daerah yang melibatkan keluarga dan anak-anak. Sehingga mengundang keprihatinan berbagai pihak.


Renteran aksi teror beberapa waktu lalu, menurutnya telah menodai arti Pancasila. Yang ia anggap sebagai falsafah hidup berbangsa dan dasar negara menjalin keberagaman dan meruangi kebersamaan di atas landasan nilai gotong royong.


Keberagaman, lanjutnya, adalah rahmat. Sedangkan kebersamaan merupakan berkah dan gotong-royong adalah laku hidup bersama dengan penuh penghormatan dan penghargaan menuju terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


"Menyikapi persoalan tersebut, berlandaskan keimanan pada Tuhan Yang Maha Esa dan nilai-nilai Pancasila, kami menyerukan pada seluruh elemen masyarakat, bangsa dan negara untuk berdoa bersama bagi ketenteraman hidup masyarakat, bangsa serta negara menuju tercapainya kesejahteraan bersama," tegasnya.


Selain di Kota Semarang, kegiatan serupa menurutnya juga dilaksanakan serentak di beberapa daerah seperti di Kabupaten Grobogan, Magelang, Jepara, Batang, dan Cilacap.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore