Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 17.08 WIB

8 Kebiasaan Psikologi Anak dari Orang Tua yang Tidak Pernah Mengakui Kesalahan

Kebiasaan psikologi anak dari orang tua yang tidak pernah mengakui kesalahan./Magnific/ bristekjegor - Image

Kebiasaan psikologi anak dari orang tua yang tidak pernah mengakui kesalahan./Magnific/ bristekjegor

JawaPos.com - Psikologi anak dari orang tua yang tidak pernah mengakui kesalahan tercermin dari kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.

Orang tua memang tidak luput dari kesalahan, namun cara menghadapi kesalahan tersebut sangat memengaruhi perkembangan anak.

Anak membutuhkan permintaan maaf dari orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap perasaan yang mereka rasakan.

Dilansir dari laman YourTango pada Selasa (6/10), berikut delapan kebiasaan psikologi anak dari orang tua yang tidak pernah mengakui kesalahan hingga mereka dewasa.

1. Menjadi sangat sadar diri secara berlebihan

Orang tua dapat merusak harga diri anak tanpa disadari lewat sikap yang terus menyalahkan perasaannya.

Anak akhirnya meragukan dirinya sendiri dan mempertanyakan apakah dialah sumber masalah sesungguhnya.

Sebagian orang tua bahkan memaksa anak meminta maaf meski anak tersebut sebenarnya menjadi korban.

Kebiasaan ini membuat mereka terus mengawasi setiap perkataan dan tindakannya sendiri hingga dewasa.

2. Meminta maaf meski tidak melakukan kesalahan

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore