seseorang yang memarahi anak dengan keras./ Magnific/pixelstudio
JawaPos.com - Mendidik anak memang membutuhkan aturan, batasan, dan konsekuensi. Namun, ada perbedaan besar antara disiplin yang sehat dan pola asuh keras yang membuat anak merasa takut, tertekan, atau tidak berharga.
Sebagian orang tua mungkin tumbuh dengan keyakinan bahwa anak harus "keras supaya kuat". Anak yang membantah dianggap kurang ajar, anak yang menangis dianggap cengeng, sementara hukuman berat dianggap sebagai cara paling efektif agar anak jera.
Padahal, dari sudut pandang psikologi perkembangan, cara orang tua merespons kesalahan anak dapat memengaruhi bagaimana anak memandang dirinya sendiri, mengelola emosi, membangun hubungan, dan menghadapi masalah ketika tumbuh dewasa.
Penting untuk dipahami bahwa orang tua tidak harus selalu lembut tanpa aturan. Anak justru membutuhkan struktur dan batasan yang jelas. Yang perlu dihindari adalah ketika aturan ditegakkan melalui rasa takut, penghinaan, ancaman, atau kekerasan.
Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (6/9), terdapat tujuh pola asuh keras yang sebaiknya dihindari.
1. Sering Membentak dan Berteriak kepada Anak
Sesekali orang tua kehilangan kesabaran adalah hal yang manusiawi. Namun, ketika membentak menjadi cara utama untuk mengendalikan perilaku anak, masalahnya menjadi berbeda.
Kalimat seperti:
"Diam!"
"Kamu memang susah dibilangin!"
"Berapa kali Mama harus bilang?"
"Kalau tidak menurut, kamu akan lihat akibatnya!"
"Jangan bikin Ayah marah!"
mungkin membuat anak berhenti melakukan sesuatu pada saat itu. Akan tetapi, berhentinya perilaku bukan berarti anak memahami alasan di balik aturan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022