
seseorang yang membesarkan anak laki-laki./Magnific/pressfoto
JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, banyak orang tua merasa khawatir ketika anak laki-lakinya lebih memilih bermain gawai dibandingkan berlari di lapangan.
Padahal, olahraga bukan hanya soal kebugaran fisik. Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa aktivitas fisik juga berperan penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, pengendalian emosi, hingga ketahanan mental.
Namun, minat anak terhadap olahraga tidak muncul begitu saja. Cara orang tua mendidik, memberikan contoh, dan menciptakan suasana di rumah memiliki pengaruh yang besar terhadap bagaimana anak memandang aktivitas fisik.
Perlu dipahami bahwa tidak semua anak harus menjadi atlet atau menyukai sepak bola. Setiap anak memiliki minat yang berbeda. Akan tetapi, bila tujuan Anda adalah menumbuhkan kebiasaan hidup aktif dan membuat anak menikmati olahraga, ada beberapa pola asuh yang justru dapat menghambatnya.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (14/7), terdapat tujuh perilaku yang sebaiknya dihindari menurut berbagai temuan dalam psikologi perkembangan dan psikologi motivasi.
1. Memaksa Anak Berolahraga dengan Ancaman atau Hukuman
Kesalahan pertama yang sering dilakukan orang tua adalah memaksa anak mengikuti olahraga tertentu dengan ancaman.
Misalnya, "Kalau tidak ikut latihan, kamu tidak boleh main."
Dalam psikologi motivasi, tekanan seperti ini hanya membangun motivasi ekstrinsik. Anak berolahraga bukan karena menikmati aktivitas tersebut, melainkan karena takut dihukum. Akibatnya, ketika tekanan dari orang tua hilang, keinginan untuk berolahraga juga ikut menghilang.
Sebaliknya, anak yang diberi kesempatan memilih jenis olahraga sesuai minatnya cenderung memiliki motivasi intrinsik yang lebih kuat dan bertahan dalam jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022