
BERI PENJELASAN: Kemampuan pengelolaan emosi dan kognitif anak-anak masih berkembang. Ketika mainan direbut saudara atau teman, beri pemahaman mengapa harus berbagai.
JawaPos.com - Stimulasi berbasis sains dinilai mampu membantu perkembangan anak secara menyeluruh, mulai dari kognitif hingga emosional. Praktisi psikologi anak usia dini, Aninda, menegaskan pendekatan ini efektif membentuk kemampuan berpikir sekaligus karakter anak sejak dini.
“Stimulasi berbasis sains melalui eksplorasi, eksperimen, dan permainan sensorik membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial yang seimbang,” ujarnya, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, pengalaman belajar yang melibatkan eksplorasi langsung membuat anak lebih aktif berpikir dan berani mencoba. Lingkungan seperti ini mendorong anak mengembangkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, serta kemampuan beradaptasi sejak usia dini.
Aninda menambahkan, setiap bentuk stimulasi memiliki manfaat berbeda. Kegiatan seperti permainan peran dan eksperimen sederhana mampu melatih problem solving, imajinasi, hingga pengendalian emosi. Sementara eksplorasi sains interaktif membantu memperkuat logika dan kebiasaan mencoba (trial and error).
“Pengalaman seperti Winner’s Squad Adventure to Hong Kong menunjukkan bagaimana lingkungan belajar yang tepat dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan ketangguhan anak,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kombinasi antara stimulasi dan nutrisi dalam membentuk karakter anak. Dengan dukungan yang tepat, anak tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga emosional dan sosial.
“Kombinasi stimulasi harian dan nutrisi yang tepat membentuk karakter anak pemenang,” katanya.
Dari sisi kesehatan, Medical Affairs Director Danone Indonesia, Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan pentingnya fondasi nutrisi pada masa awal kehidupan anak.
“Masa kanak-kanak awal merupakan periode yang sangat krusial dalam perkembangan anak, di mana kesehatan saluran cerna berperan besar dalam membangun imunitas yang kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa nutrisi tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan, tetapi juga mempersiapkan anak agar mampu menerima berbagai stimulasi dengan optimal.
“Nutrisi bukan hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mempersiapkan tubuh dan otak anak agar mampu menerima dan memaksimalkan setiap bentuk stimulasi,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Nutrilon Royal bersama Indomaret menghadirkan program “Winner’s Squad Adventure to Hong Kong” sebagai bentuk edukasi berbasis sains bagi anak dan orang tua.
Program ini mengajak peserta mengunjungi berbagai destinasi edukatif seperti Hong Kong Science Museum dan Hong Kong Space Museum, yang memberikan pengalaman belajar interaktif.
Brand Manager Nutrilon Royal, Velan Sormin, mengatakan program ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Pengalaman ini merupakan perwujudan keyakinan Nutrilon Royal bahwa membesarkan anak yang siap menghadapi masa depan dimulai sejak dini melalui sinergi kuat antara orang tua, pakar, nutrisi, dan stimulasi,” pungkasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
