Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 23.10 WIB

Pola Asuh Overprotective, Benarkah Bikin Anak Kurang Berani Saat Dewasa? Ini Faktanya!

Ilustrasi kalimat ajaib membuat anak mendengarkan orang tua. Freepik

JawaPos.com – Jika sayang berlebihan, apakah ada efek jangka panjangnya?

Pola asuh overprotective kadang dikenal juga sebagai helicopter parenting atau smothering parenting.

Pola asuh ini ditandai dengan tingkat perlindungan dan keterlibatan orang tua yang ekstrem, hingga hampir meniadakan ruang gerak untuk anak.

Jika dimaksudkan untuk ‘melindungi’, ironisnya, gaya ini seringkali justru menciptakan efek memenjarakan, terutama terhadap kemampuan anak untuk berani mengambil risiko saat dewasa.

Apa Itu Overprotective Parenting?

Situs Parents menjelaskan, istilah helicopter parenting muncul karena orang tua ‘melayang-layang’ terus mengawasi anak dalam setiap aktivitasnya.

Pola ini mencegah anak menghadapi tantangan ringan yang justru penting dalam pembangunan karakter nyata anak, seperti menghadapi kegagalan, mengatasi konflik, atau mengembangkan kreativitas sendiri.

Apa Dampak Umum yang Sering Terjadi?

Berikut sejumlah konsekuensi yang dikaitkan dengan pola asuh overprotective menurut Overcomers Counseling.

Pertama, pola asuh overprotective bisa menumbuhkan kecemasan, ketergantungan emosional, dan rendahnya harga diri pada anak seiring waktu.

Kedua, pola ini membatasi pengambilan risiko sehat yang penting untuk perkembangan mental anak. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang takut mencoba hal baru.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore