
Nutrisi tambahan penting untuk tumbuh kembang anak. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com - Masa golden age, yakni usia 0 hingga 5 tahun, merupakan fase krusial dalam tumbuh kembang anak. Pada periode inilah otak berkembang paling pesat, tulang memadat, dan sistem imun mulai terbentuk secara optimal.
Untuk itu, pemenuhan gizi yang seimbang sangat penting agar anak tumbuh sehat, aktif, dan mencapai potensi maksimalnya.
Idealnya, semua kebutuhan tersebut terpenuhi dari ASI dan makanan bergizi. Namun kenyataannya, tidak semua anak mampu menyerap atau mengonsumsi cukup nutrisi dari pola makan harian.
Anak yang sulit makan, mengalami gangguan pertumbuhan, atau berisiko kekurangan gizi mungkin memerlukan dukungan tambahan melalui suplemen atau susu formula yang mengandung zat-zat penting.
Beberapa nutrisi utama yang dibutuhkan anak di masa golden age antara lain:
- Protein: sebagai bahan pembangun sel tubuh
- Kalsium dan vitamin D: untuk pertumbuhan tulang dan gigi
- Zat besi: untuk mencegah anemia dan mendukung perkembangan kognitif
- Zinc: penting bagi kekebalan tubuh dan regenerasi sel
- DHA dan AA (omega-3 dan omega-6): mendukung fungsi otak dan sistem saraf
- Vitamin K2 dan CPP (casein phosphopeptides): membantu penyerapan mineral penting seperti kalsium
- Prebiotik dan probiotik: menjaga keseimbangan mikrobiota usus agar sistem pencernaan anak bekerja optimal
Menanggapi kebutuhan tersebut, salah satu inovasi yang baru diluncurkan di Indonesia adalah formula pertumbuhan dengan sistem PeptiGro, yang memadukan sejumlah nutrisi penting untuk anak, termasuk vitamin C, K2, dan senyawa CPP yang disebut-sebut mempercepat penyerapan mineral dalam tubuh.
Formulasi ini diklaim dirancang dengan kadar gula yang lebih rendah dibandingkan versi sebelumnya.
Menurut Dr. Prawira Winata, Kepala Urusan Medis Abbott Indonesia, banyak anak Indonesia yang belum mencapai standar tinggi dan berat badan sesuai usia.
“Intervensi nutrisi dini diperlukan, terutama untuk anak-anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan. Pendekatan ilmiah berbasis kebutuhan menjadi penting agar dukungan gizi yang diberikan tepat sasaran,” jelasnya di Jakarta, Kamis (24/7).
Namun, para orang tua tetap perlu berhati-hati. Susu formula sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama atau solusi instan.
Fungsinya adalah sebagai pelengkap jika anak mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan gizinya. Konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah terbaik sebelum memutuskan penggunaan produk tambahan apa pun.
Di tengah isu stunting dan peningkatan kasus anak dengan gizi kurang di Indonesia, pemahaman yang utuh soal kebutuhan nutrisi anak menjadi kunci.
Bukan sekadar memberi makan, tapi memastikan bahwa asupan mereka benar-benar mencukupi kebutuhan tumbuh kembang, terutama di masa-masa keemasan yang tidak akan terulang kembali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
