Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 22.41 WIB

Mengenal One-step Fresh Process dalam Susu Formula, Benarkah Lebih Baik untuk Anak?

Ilustrasi susu. (pexels) - Image

Ilustrasi susu. (pexels)

JawaPos.com – Susu formula menjadi salah satu alternatif untuk menunjang pemenuhan nutrisi harian pada anak. Tak hanya soal nutrisinya, tapi proses pembuatan susu formula yang One-step fresh process pun tak kalah penting.

Diungkapkan Novita Utomo selaku Brand Manager AceKid Indonesia, para orang tua kini tidak hanya peduli soal takara nutrisi yang tercantum pada kemasan susu formula. Tapi mereka juga peduli tentang bagaimana proses susu formula tersebut dihasilkan. Terutama yang menggunakan one-step fresh procces.

Susu formula yang melalui one-step fresh procces berarti proses perjalanan dari susu segar menjadi bubuk hanya memerlukan satu tahapan. Sehingga protein yang dihasilkan lebih baik karena tidak mengalami proses pemanasan berulang.

Di mana, proses produksi yang mengolah susu segar secara langsung menjadi formula dalam alur produksi yang lebih terintegrasi. Pendekatan ini dirancang untuk membantu menjaga kesegaran, nutrisi yang terjaga, dan kualitas produk. Sebaliknya, proses produksi yang panjang dapat menyebabkan banyak nutrisi alami yang hilang.

“Kalau prosesnya panjang, maka menggunakan panas berulang dan itu bisa berefek pada protein susu yang dihasilkan. Kalau one-step fresh procces makan potensi protein rusak itu minim,” ujar Novita dalam media gathering AceKid baru-baru ini di Jakarta.

Sehingga, ungkap Novita, bisa dikatakan susu formula dengan one-step fresh procces menjadi standar dalam kualitas produk nutrisi anak.

Hal Penting yang Diperhatikan dalam memilih Susu Formula

Dikatakan Novita, tak hanya one-step fresh procces, penggunaan susu segar sebagai bahan utama juga perlu diperhatikan. Ini penting untuk memastikan formula berbasis susu segar, bukan terbuat dari susu bubuk.

Lalu pilih susu formula yang  diformulasikan tanpa tambahan sukrosa, maltodextrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Tentunya ketiadaan bahan-bahan tersebut tidak membuat anak ketergantungan pada rasa manis.

“Ini bagian dari pendekatan formulasi yang lebih mindful bagi orang tua yang semakin memperhatikan komposisi produk nutrisi anak,” sambung Novita.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore