Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 02.54 WIB

Hentikan 7 Kebiasaan Ini Agar Anak Dewasa Tetap Menghargai dan Mencintai Anda Sepenuhnya

Ilustrasi orang tua yang sedang mendengarkan atau berkomunikasi dengan anak dewasa mereka, menunjukkan kedekatan yang saling menghargai. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua yang sedang mendengarkan atau berkomunikasi dengan anak dewasa mereka, menunjukkan kedekatan yang saling menghargai. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua tentu berharap dapat selalu dicintai serta dihormati oleh anak-anak mereka, bahkan saat mereka sudah tumbuh dewasa nanti.

Membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan anak dewasa adalah impian banyak keluarga di mana pun berada dan patut diperjuangkan.

Namun, menjaga ikatan istimewa itu seringkali membutuhkan perubahan pola asuh atau kebiasaan tertentu dari orang tua seiring berjalannya waktu yang terus maju.

Beberapa perilaku lama yang mungkin dulu terasa biasa saja justru bisa merusak hubungan berharga di kemudian hari tanpa disadari dampaknya.

Melansir dari Geediting.com Jumat (20/6), ada beberapa hal penting yang sebaiknya dihindari demi menjaga rasa cinta dan hormat anak dewasa.

1. Memperlakukan Anak Seperti Masih Kecil

Orang tua kadang tanpa sadar terus memperlakukan anak dewasa seolah mereka belum mandiri atau belum bisa membuat keputusan sendiri secara bijaksana. Memberikan nasihat berlebihan atau mengontrol setiap aspek hidup mereka secara terus-menerus bisa terasa sangat menyesakkan bagi anak.

2. Tidak Menghormati Batasan Pribadi Mereka

Satu di antara perilaku yang dapat merusak hubungan berharga adalah mengabaikan batasan yang telah ditetapkan secara jelas oleh anak dewasa mereka. Masuk ke ruang pribadi mereka tanpa izin atau seringkali ikut campur urusan pribadi dapat menciptakan ketegangan yang tidak perlu dalam keluarga.

3. Sering Membandingkan dengan Orang Lain

Kebiasaan membanding-bandingkan anak dewasa dengan saudara kandung atau teman-teman mereka bisa menimbulkan rasa tidak dihargai sama sekali. Komentar tersebut justru akan membuat anak merasa tidak pernah cukup baik atau selalu kurang di mata orang tua sendiri.

4. Membuat Anak Merasa Bersalah Terus-menerus

Beberapa orang tua memiliki kebiasaan membuat anak merasa bersalah demi mencapai tujuan atau keinginan mereka sendiri yang egois. Pola komunikasi yang penuh manipulasi emosional seperti ini bisa sangat melelahkan serta merusak ikatan emosional yang sudah ada.

5. Selalu Membuat Segala Sesuatu Tentang Diri Sendiri

Orang tua yang dominan mungkin selalu mengarahkan setiap percakapan atau masalah yang muncul kembali ke pengalaman pribadi mereka saja. Anak dewasa bisa merasa bahwa kebutuhan atau perasaan mereka selalu diabaikan dalam setiap interaksi yang terjadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore