
Ilustrasi orang tua yang sedang mendengarkan atau berkomunikasi dengan anak dewasa mereka, menunjukkan kedekatan yang saling menghargai. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap orang tua tentu berharap dapat selalu dicintai serta dihormati oleh anak-anak mereka, bahkan saat mereka sudah tumbuh dewasa nanti.
Membangun hubungan yang kuat dan langgeng dengan anak dewasa adalah impian banyak keluarga di mana pun berada dan patut diperjuangkan.
Namun, menjaga ikatan istimewa itu seringkali membutuhkan perubahan pola asuh atau kebiasaan tertentu dari orang tua seiring berjalannya waktu yang terus maju.
Beberapa perilaku lama yang mungkin dulu terasa biasa saja justru bisa merusak hubungan berharga di kemudian hari tanpa disadari dampaknya.
Melansir dari Geediting.com Jumat (20/6), ada beberapa hal penting yang sebaiknya dihindari demi menjaga rasa cinta dan hormat anak dewasa.
1. Memperlakukan Anak Seperti Masih Kecil
Orang tua kadang tanpa sadar terus memperlakukan anak dewasa seolah mereka belum mandiri atau belum bisa membuat keputusan sendiri secara bijaksana. Memberikan nasihat berlebihan atau mengontrol setiap aspek hidup mereka secara terus-menerus bisa terasa sangat menyesakkan bagi anak.
2. Tidak Menghormati Batasan Pribadi Mereka
Satu di antara perilaku yang dapat merusak hubungan berharga adalah mengabaikan batasan yang telah ditetapkan secara jelas oleh anak dewasa mereka. Masuk ke ruang pribadi mereka tanpa izin atau seringkali ikut campur urusan pribadi dapat menciptakan ketegangan yang tidak perlu dalam keluarga.
3. Sering Membandingkan dengan Orang Lain
Kebiasaan membanding-bandingkan anak dewasa dengan saudara kandung atau teman-teman mereka bisa menimbulkan rasa tidak dihargai sama sekali. Komentar tersebut justru akan membuat anak merasa tidak pernah cukup baik atau selalu kurang di mata orang tua sendiri.
4. Membuat Anak Merasa Bersalah Terus-menerus
Beberapa orang tua memiliki kebiasaan membuat anak merasa bersalah demi mencapai tujuan atau keinginan mereka sendiri yang egois. Pola komunikasi yang penuh manipulasi emosional seperti ini bisa sangat melelahkan serta merusak ikatan emosional yang sudah ada.
5. Selalu Membuat Segala Sesuatu Tentang Diri Sendiri
Orang tua yang dominan mungkin selalu mengarahkan setiap percakapan atau masalah yang muncul kembali ke pengalaman pribadi mereka saja. Anak dewasa bisa merasa bahwa kebutuhan atau perasaan mereka selalu diabaikan dalam setiap interaksi yang terjadi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
