Ilustrasi tujuh weton yang meningkat dari segi keuangan, kekayaan, dan rezekinya signifikan menurut primbon Jawa./Pexels.
JawaPos.com - Tidak semua trauma masa kecil datang dari pengalaman kekerasan atau pengabaian.
Dalam dunia psikologi, ketidakstabilan finansial saat tumbuh besar juga meninggalkan jejak mendalam.
Dikutip dari laporan YourTango yang merujuk pada studi di Journal of Family and Economic Issues, kondisi keuangan yang tidak stabil di masa kecil bisa memengaruhi cara seseorang memandang, membelanjakan, dan menyimpan uang ketika dewasa.
Beberapa tanda ini sering kali tidak terlihat secara langsung. Namun, para psikolog meyakini bahwa sepuluh petunjuk berikut bisa menjadi sinyal bahwa seseorang tidak tumbuh dalam lingkungan dengan stabilitas ekonomi yang memadai.
1. Tidak Pernah Mau Membuang Makanan
Kebiasaan untuk tidak menyisakan makanan bisa berasal dari pengalaman masa kecil yang penuh kekurangan.
Menurut laporan tersebut, orang-orang ini cenderung menganggap membuang makanan sebagai bentuk pemborosan dan ancaman bagi rasa aman mereka terhadap pangan.
2. Memiliki Mentalitas “Berkorban”
Alih-alih mengatur keuangan dengan bijak, banyak yang terjebak pada pola pikir bahwa satu-satunya cara bertahan adalah dengan berkorban. Sayangnya, penghematan ekstrem justru menciptakan stres baru dan siklus boros-hemat yang berulang.
3. Sangat Sadar Terhadap Harga
Orang yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi cenderung sensitif terhadap harga. Mereka bisa dengan mudah menyebutkan betapa mahalnya sesuatu, bahkan dalam percakapan santai saat makan bersama teman. Ini adalah refleksi dari kecemasan finansial yang mengakar kuat.
4. Lebih Mengejar Stabilitas Ketimbang Sukses
Menurut psikolog Dr. Ali Fenwick, mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah lebih memilih zona nyaman daripada mengejar peluang besar. Rasa takut akan kehilangan apa yang sudah diperoleh membuat mereka enggan mengambil risiko, meski itu bisa membawa kemajuan.
5. Enggan Membicarakan Soal Uang

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
