
Ilustrasi anak manja. (freepik.com).
JawaPos.com - Menjadi orang tua memang nggak ada panduannya yang benar-benar pasti. Tapi tahukah kamu? Ada beberapa kebiasaan yang kelihatannya baik, tapi bisa bikin anak tumbuh jadi pribadi yang merasa "paling berhak", sulit diatur, bahkan bisa jadi manja dan arogan.
Niatnya sih baik—ingin memberikan yang terbaik buat anak. Tapi kalau nggak hati-hati, pola asuh yang salah justru bisa membuat anak kesulitan tumbuh jadi pribadi yang bertanggung jawab dan punya empati.
Berikut ini tujuh perilaku orang tua yang sering tanpa disadari bikin anak jadi terlalu manja dan merasa semua harus sesuai keinginannya, dikutip dari Small Business Bonfire, Senin (14/4).
Yuk, cek apakah kamu pernah melakukannya!
1. Memberikan Terlalu Banyak Barang Tanpa Usaha
Siapa sih yang nggak ingin anaknya senang? Tapi kalau setiap keinginannya langsung dituruti—mulai dari mainan, baju, sampai gadget terbaru—lama-kelamaan anak jadi terbiasa mendapatkan semuanya tanpa usaha.
Akibatnya? Mereka bisa tumbuh dengan sikap merasa semua hal memang harus diberikan begitu saja. Bukan cuma bikin mereka jadi kurang menghargai barang, tapi juga membuat mereka nggak paham arti kerja keras dan kesabaran.
Solusinya? Boleh kok kasih hadiah, tapi ajak juga anak belajar menghargai proses. Misalnya, beri hadiah sebagai apresiasi setelah mereka menyelesaikan tanggung jawab atau berperilaku baik.
2. Takut Mengkritik Karena Ingin Anak Selalu Bahagia
Sebagian orang tua memilih untuk tidak menegur atau memberi kritik demi menjaga perasaan anak. Tapi justru, dengan menghindari kritik, kita melewatkan kesempatan untuk membentuk karakter anak.
Kritik yang membangun sangat penting agar anak tahu bahwa melakukan kesalahan itu normal dan ada cara untuk memperbaikinya. Kalau anak nggak pernah dikoreksi, mereka bisa tumbuh dengan perasaan bahwa mereka selalu benar.
Ingat, memberi kritik bukan berarti marah-marah. Kritik yang baik itu disampaikan dengan empati, penuh kasih, dan jelas tujuannya—supaya anak tumbuh jadi pribadi yang sadar bahwa belajar itu proses sepanjang hidup.
3. Tidak Menetapkan Batasan yang Jelas
Aturan dan batasan bukan berarti mengekang anak, tapi justru membuat mereka merasa aman dan tahu mana yang boleh, mana yang tidak.
Kalau anak dibesarkan tanpa batasan, mereka bisa merasa bebas melakukan apapun tanpa mempertimbangkan dampaknya pada orang lain. Sikap ini lama-kelamaan bisa bikin mereka kesulitan bergaul dan kurang empati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
