Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 13.29 WIB

Bukan Sombong, 8 Alasan Psikologis Orang Enggan Angkat Telepon Mendadak

Ilustrasi telepon putar, kenangan masa kecil generasi 70-80an. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda menelepon seseorang tiba-tiba namun tidak diangkat? Jangan buru-buru baper atau anggap mereka sombong karena alasan lain bisa terjadi.

Fenomena tidak menjawab telepon mendadak semakin umum di kalangan generasi muda. Mereka lebih akrab dengan istilah phone anxiety yang sering muncul.

Kebiasaan ini bukan bentuk penghindaran disengaja. Mengutip YourTango, ini gabungan preferensi pribadi, sifat dasar, dan cara menjaga energi mental.

Para ahli dari Child Mind Institute menyebut berbicara di telepon bisa pecah konsentrasi. Hal ini sulitkan fokus, khususnya saat sambil menyetir, bekerja, atau melakukan hal lain.

Lalu, apa ciri dan alasan sikap "anti-telepon" ini? Simak 8 poin berikut yang wajib Anda tahu.

1. Alergi dengan Hal Serba Mendadak

Sebagian orang menganggap kejutan itu tidak menyenangkan. Panggilan tanpa pesan sering picu kecemasan seperti "Ada apa ya?" atau "Ada kabar buruk?".

Pakar psikologi Bryan E. Robinson jelaskan ketidakpastian bisa picu kecemasan. Terutama bagi yang biasa hidup teratur dan butuh rasa aman sebelum bicara.

2. Karakter Introvert yang Menjaga Energi

Seorang introvert bukan anti-sosial tapi hargai kualitas interaksi. Telepon mendadak sering dianggap serangan kecil terhadap waktu pribadi mereka.

Energi sosial mereka terbatas, jadi lebih suka balas lewat teks atau telepon balik saat mental sudah siap.

3. Butuh Waktu untuk "Loading" Pikiran

Tidak semua orang bisa langsung nyambung saat bicara. Banyak perlu susun poin atau tahu konteks dulu sebelum mengobrol. Tanpa info awal, angkat telepon seperti ujian tanpa persiapan yang bikin grogi.

4. Memprioritaskan Personal Boundaries

Di era digital cepat, jaga energi sama penting dengan jaga waktu. Mereka sadar kapan harus bilang "tidak" pada telepon saat stres atau lelah. Ini bentuk kesadaran diri biar bisa hadir sepenuhnya saat komunikasi berlangsung nanti.

5. Memiliki Jadwal yang Ketat

Orang disiplin nilai rutinitas kunci produktivitas. Panggilan dadakan dianggap ganggu alur kerja atau waktu istirahat yang sudah diatur. Mereka lebih suka pesan singkat yang bisa dibalas saat waktu luang tiba.

6. Jebakan Overthinking

Overthinker sering bayangkan skenario terburuk saat ponsel berdering. Tanpa ekspresi wajah, mereka hilang petunjuk penting dalam komunikasi.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore