
Ilustrasi interaksi orang tua dan anak. (Freepik)
JawaPos.com - Sebagai orang, saat mendidik anak memang memerlukan kata-kata yang bijak. Sebab apa yang diucapkan orang akan memengaruhi kecerdasan emosional sang anak.
Sayangnya, tidak semua ucapan orang bisa dampak positif. Ada kalimat-kalimat yang tanpa disadari bisa menyakiti hati anak. Bahkan merusak rasa percaya dirinya, bahkan membuatnya tumbuh dengan luka batin yang sulit disembuhkan.
Dilansir dari laman Small Biz Technology, berikut merupakan 7 kalimat toxic yang tak akan keluar dari mulut orang tua dengan kecerdasan emosional tinggi saat berbicara pada anak.
1. “Biar Ibu/Ayah saja yang melakukannya”
Kadang-kadang, orang tua merasa lebih mudah dan cepat jika mereka langsung menyelesaikan tugas anak daripada membiarkan anak mencoba sendiri.
Namun, jika ini sering dilakukan, anak bisa merasa tidak percaya diri dan kurang mandiri. Mereka akan selalu bergantung pada orang tua untuk melakukan sesuatu, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri.
Orang tua yang memiliki kecerdasan emosional memahami bahwa membiarkan anak mencoba sendiri adalah bagian penting dari proses belajar.
Mereka tidak langsung mengambil alih, tetapi memberikan bimbingan dan dukungan agar anak merasa mampu melakukannya. Misalnya, mereka akan berkata, “Coba dulu, kalau butuh bantuan Ibu/Ayah akan membantumu.”
Dengan cara ini, anak akan belajar menyelesaikan masalah sendiri, menjadi lebih mandiri, dan memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan.
2. “Kenapa kamu tidak bisa seperti…?”
Membandingkan anak dengan orang lain, baik itu saudara kandung, teman, atau anak tetangga, bisa sangat merusak kepercayaan diri mereka.
Anak akan merasa bahwa mereka tidak cukup baik dan harus selalu bersaing untuk mendapatkan pengakuan. Ini bisa menyebabkan rasa tidak percaya diri, kecemasan, bahkan perasaan iri terhadap orang lain.
Orang tua yang memiliki kecerdasan emosional memahami bahwa setiap anak memiliki keunikannya sendiri. Mereka tidak membandingkan anak dengan orang lain, tetapi lebih fokus pada perkembangan dan kelebihan masing-masing anak.
Mereka akan mengatakan hal-hal seperti, “Ibu/Ayah bangga dengan usaha kamu,” atau “Setiap orang punya kelebihan sendiri, dan kamu juga punya banyak kelebihan.”

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
