Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Maret 2025 | 06.16 WIB

Orang yang Jarang Berkomunikasi dengan Saudaranya Biasanya Mempunyai 9 Pengalaman Masa Kecil ini

Ilustrasi dari orang yang jarang berkomunikasi dengan saudara kandungnya saat kecil./Pexels.

JawaPos.com - Tumbuh besar bersama saudara kandung tidak selalu berarti Anda akan memiliki hubungan yang dekat dengan mereka saat dewasa. Sebagai orang jarang berbicara dengan saudara laki-laki atau perempuannya, dan tidak selalu karena perselisihan besar.

Sering kali, cara kita berinteraksi saat kecil dapat membentuk cara kita terhubung atau tidak terhubung saat dewasa. Pengalaman masa kecil tertentu dapat menciptkan jarak yang bertahan hingga dewasa.

Dilansir dari Geediting, jika Anda dan saudara Anda jarang berkomunikasi, kemungkinan besar karena kalian telah berbagai sembilan pengalaman ini saat tumbuh dewasa.

1. Tumbuh dalam lingkungan yang sangat kompetitif

Beberapa hubungan saudara menjadi jauh karena dibangun atas dasar persaingan, bukan hubungan. Bila anak-anak terus-menerus dibandingkan, baik dalam hal akademis, olahraga, atau bahkan kepribadian, hal tersebut dapat menimbulkan rasa kesal, bukannya ikatan.

Mungkin salah satu saudara kandung selalu dianggap sebagai "si pintar" sementara yang lain "si atletis", atau mungkin orang tua secara tidak sengaja bersikap pilih kasih.

Seiring berjalannya waktu, lingkungan seperti ini dapat membuat saudara kandung melihat satu sama lain sebagai saingan, bukan sekutu. Saat dewasa, rasa persaingan yang terus-menerus itu dapat membuat hubungan yang dekat menjadi sulit dipertahankan.

Alih-alih terasa seperti keluarga, saudara kandung mungkin terasa lebih seperti kenalan jauh yang kebetulan tumbuh di rumah yang sama.

2. Diharapkan menjadi orang yang 'dewasa'

Saat tumbuh dewasa, Anda mungkin selalu disuruh untuk "menjadi orang yang lebih dewasa" saat Anda dan saudara Anda bertengkar. Tidak masalah apakah Anda yang marah atau mereka yang memulainya, Anda diharapkan untuk mengabaikannya dan menjaga kedamaian.

Awalnya, Anda berpikir ini hal yang biasa. Namun seiring berjalannya waktu, Anda mulai membencinya karena merasa perasaan tidak begitu penting, dan akhirnya, Anda berhenti mencoba untuk terhubung.

Bila Anda selalu ditempatkan pada posisi yang bertanggung jawab atas hubungan, hal itu bisa melelahkan. Setelah bertahun-tahun menjalani dinamika itu, mudah untuk terjebak pada pola hampir tidak berbicara sama sekali.

3. Harus bersaing mendapatkan perhatian orang tua

Saat orang tua kewalahan, entah karena pekerjaan, stres, atau memiliki banyak anak, saudara kandung sering kali berebut perhatian. Dalam keluarga yang jarang mendapatkan kasih sayang dan pengakuan, anak-anak mungkin belajar melihat satu sama lain sebagai hambatan, bukan teman.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore