Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 23.43 WIB

7 Cara Bijak Hadapi Anak Tantrum, Orang Tua Harus Tahu

Ilustrasi anak tantrum (freepik) - Image

Ilustrasi anak tantrum (freepik)

JawaPos.com-Tantrum kerap jadi tantangan besar bagi orang tua. Ledakan emosi berupa tangisan keras, berguling-guling, bahkan memukul atau membanting barang, wajar dialami anak usia 1–3 tahun. Meski sering bikin panik, tantrum sebenarnya adalah tanda anak sedang kesulitan mengatur emosinya.

Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., menegaskan bahwa kunci menghadapi tantrum bukan dengan marah, melainkan dengan sikap tenang. “Pesan pentingnya, tetap tenang, fokus pada anak, dan ingat bahwa anak sedang butuh ditolong, bukan untuk dimusuhi,” jelasnya.

Lalu, apa saja strategi yang bisa dilakukan orang tua? Berikut tujuh cara bijak menghadapi anak tantrum tanpa harus marah.

1. Tetap Tenang, Jangan Ikut Emosi

Anak yang tantrum sebenarnya sedang kesulitan mengendalikan emosi. Jika orang tua malah marah, situasi bisa semakin memburuk. “Orang tua perlu mengingat bahwa anak sedang kesulitan, bukan sedang melawan,” kata Anna.

2. Validasi Perasaan Anak

Alih-alih membentak, cobalah mengakui perasaan anak. Contohnya dengan mengatakan, “Kamu kesal sekali ya karena mainannya susah dibuka?” Validasi ini membuat anak merasa dipahami.

3. Beri Sentuhan Positif

Pelukan hangat, tatapan lembut, atau senyum manis bisa menenangkan anak lebih cepat dibanding kata-kata panjang. Sentuhan penuh kasih sayang memberi rasa aman bagi anak.

4. Penuhi Kebutuhan Dasarnya

Sering kali tantrum muncul karena lapar, lelah, atau bosan. Dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, intensitas tantrum biasanya berkurang.

5. Hindari “Jalan Pintas”

Memberi gadget atau hadiah saat anak tantrum mungkin menenangkan sesaat, tapi berisiko jadi kebiasaan buruk. “Kalau itu dilakukan berulang, anak bisa belajar bahwa dengan tantrum ia akan mendapat apa yang diinginkan,” ujar Anna.

6. Konsisten dengan Aturan

Konsistensi pola asuh penting agar anak belajar batasan. Misalnya, aturan “tidak boleh jajan sebelum makan siang” harus diterapkan secara konsisten. Konsistensi membuat anak merasa aman dan lebih mudah memahami sebab-akibat.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore