Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juni 2025 | 00.09 WIB

Mengenal 7 Tanda Pola Asuh Orang Tua Egois Emosional dari Frasa yang Sering Diucapkan

Ilustrasi seorang anak yang mungkin merasa tertekan oleh ucapan atau ekspektasi orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. (Freepik ) - Image

Ilustrasi seorang anak yang mungkin merasa tertekan oleh ucapan atau ekspektasi orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. (Freepik )

JawaPos.com - Setiap orang tumbuh dengan mendengar berbagai macam frasa atau ucapan dari orang tua mereka selama masa kanak-kanak.

Kata-kata ini tanpa sadar membentuk cara kita memandang diri sendiri serta dunia sekitar dan orang lain.

Banyak dari ucapan ini membawa pelajaran berharga, namun beberapa lainnya bisa meninggalkan dampak emosional yang mendalam.

Beberapa frasa yang sering diucapkan dalam keluarga justru bisa menjadi indikasi adanya pola asuh dari orang tua yang egois secara emosional.

Frasa-frasa ini secara tidak langsung menempatkan kebutuhan serta perasaan orang tua di atas kebutuhan anak.

Melansir dari Geediting.com Jumat (20/6), berikut adalah beberapa ucapan yang mungkin pernah Anda dengar dan maknanya.

1. "Jangan Terlalu Sensitif"

Frasa ini sering diucapkan untuk meremehkan perasaan anak yang sedang sedih atau mungkin merasa terluka. Orang tua yang mengatakannya biasanya tidak ingin berhadapan dengan emosi sulit yang sedang dialami anaknya.

2. "Karena Aku yang Bilang Begitu"

Ungkapan ini menunjukkan bahwa orang tua menuntut kepatuhan mutlak tanpa memberikan penjelasan masuk akal kepada anaknya. Ini mengikis otonomi anak serta mencegah mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara mandiri.

3. "Kamu Sudah Terlalu Tua untuk Ini"

Kalimat ini sering diucapkan untuk membatasi ekspresi atau keinginan anak yang dianggap tidak sesuai dengan usia. Pesan ini bisa membuat anak merasa malu dan menekan kebutuhan mereka akan dukungan atau kenyamanan.

4. "Aku Sudah Melakukan Segalanya untukmu"

Orang tua sering menggunakan frasa ini untuk menanamkan rasa bersalah atau memanipulasi emosi pada anak-anak mereka. Ini bertujuan membuat anak merasa berutang budi, sehingga mengabaikan kebutuhan emosional diri sendiri.

5. "Kenapa Kamu Tidak Bisa Seperti...?"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore