Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 06.55 WIB

Pria yang Dibesarkan oleh Ayah yang Emosional dan Tidak Dewasa Biasanya Membawa 7 Pola Perilaku Ini hingga Dewasa, Menurut Psikologi

Ilustrasi Seorang Pria Dibesarkan oleh Ayah yang Baik dan Penuh Kasih Sayang (freepik) - Image

Ilustrasi Seorang Pria Dibesarkan oleh Ayah yang Baik dan Penuh Kasih Sayang (freepik)

JawaPos.com - Tumbuh besar dengan ayah yang mudah marah dan kurang dewasa bisa meninggalkan jejak mendalam dalam hidup seorang pria. 

Bukan berarti semua dampaknya buruk, tapi masa kecil seperti ini bisa membentuk cara seseorang menyikapi dunia dan orang-orang di sekitarnya dengan cara yang berbeda.

Berikut ini tujuh perilaku yang kerap muncul pada pria yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga seperti itu, dikutip dari Small Business Bonfire, Kamis (17/4).

Bukan untuk menghakimi, tapi untuk memahami lebih dalam dan membuka jalan menuju perubahan yang lebih baik.

1. Mudah Tersinggung Saat Dikritik

Pria yang masa kecilnya diwarnai ketegangan dan kemarahan dari figur ayah biasanya tumbuh menjadi pribadi yang sangat sensitif terhadap kritik.

Hal ini disebabkan oleh ketakutan akan penolakan dan pengalaman dimarahi secara tak terduga.

Akibatnya, saat mendapat masukan, mereka bisa merasa diserang secara pribadi atau memilih menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan kritik.

Sensitivitas ini bukan kelemahan, melainkan hasil adaptasi terhadap lingkungan yang tidak aman secara emosional. Dengan kesadaran dan dukungan, mereka bisa belajar menyikapi kritik secara lebih sehat.

2. Sulit Mengungkapkan Emosi

Banyak pria yang tumbuh dengan ayah emosional cenderung kesulitan mengungkapkan perasaan mereka.

Saat kecil, mereka mungkin melihat sang ayah tidak mampu mengelola emosinya dengan baik, sehingga mereka pun belajar untuk menekan atau menjauhi emosi.

Saat dewasa, hal ini bisa membuat mereka enggan menunjukkan kesedihan, ketakutan, atau bahkan kebahagiaan.

Kesulitan ini juga bisa membuat mereka tampak dingin atau jauh, padahal sebenarnya mereka belum terbiasa mengelola dan menyampaikan emosi dengan nyaman.

Dukungan dari lingkungan yang aman serta terapi bisa membantu mereka lebih terbuka secara emosional.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore