Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 23.30 WIB

Psikologi Parenting: Ayah yang Misoginis akan Mewariskan 8 Perilaku ini kepada Anak Lelakinya

Ayah yang Misoginis akan Mewariskan 8 Perilaku ini kepada Anak Lelakinya - Image

Ayah yang Misoginis akan Mewariskan 8 Perilaku ini kepada Anak Lelakinya

JawaPos.com - Sering kali, para pria menyerap perilaku dari pola asuh mereka tanpa menyadarinya, khususnya dari ayah yang misoginis.

Ini seperti warisan yang tidak menguntungkan: beberapa pria telah mewarisi perilaku yang mencerminkan misoginis yang mengakar. Dan tidak selalu mudah untuk mengenalinya.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (21/3) berikut ini ciri kepribadian pria yang dibesarkan oleh seorang ayah yang misoginis.

1. Tidak Menghormati Perempuan Dianggap Hal Wajar

Mereka mungkin tidak secara terang-terangan membenci atau merendahkan perempuan – setidaknya tidak secara sadar. Namun, mereka sering kali memiliki keyakinan mendasar bahwa perempuan entah bagaimana lebih rendah daripada pria.

Hal ini halus, berbahaya, dan terwujud dalam berbagai cara. Mereka mungkin lebih sering menyela perempuan, mengabaikan ide-ide mereka, atau mempertanyakan kompetensi mereka.

Kadang, mereka melontarkan lelucon yang menyinggung dan menganggapnya sebagai sekadar candaan. Psikologi parenting menunjukkan bahwa pola ini bisa tertanam sejak kecil, tanpa mereka sadari.

2. Mereka Merasa Terancam dengan Perempuan Berkarakter Kuat

Seseorang yang tumbuh dengan ayah yang misoginis sering kali merasa tidak nyaman dengan perempuan yang percaya diri dan independen. Mereka mungkin merasa terintimidasi oleh perempuan yang memiliki kekuasaan atau otoritas.

Di sekolah atau tempat kerja, mereka bisa jadi lebih kritis terhadap perempuan yang vokal dan tegas. Ketika bertemu perempuan yang tidak sesuai dengan ekspektasi tradisional mereka, respons pertama mereka adalah mengkritik atau mencoba merendahkan.

3. Kesulitan Mengekspresikan Emosi Secara Sehat

Psikologi parenting menunjukkan bahwa anak laki-laki yang tumbuh dalam lingkungan yang kaku sering kali kesulitan dalam mengekspresikan emosi. Mereka diajarkan bahwa perasaan adalah tanda kelemahan, sesuatu yang hanya boleh dilakukan oleh perempuan.

Hasilnya? Mereka menekan emosi mereka, yang kemudian berubah menjadi kemarahan atau ledakan emosional yang tidak terkendali. Kesulitan ini juga bisa mempengaruhi hubungan mereka dengan orang lain, terutama pasangan dan anak-anak mereka di masa depan.

4. Memiliki Harapan Tidak Realistis terhadap Perempuan

Anak laki-laki yang tumbuh dalam rumah tangga dengan ayah yang misoginis sering kali mewarisi standar yang tidak realistis tentang perempuan. Mereka mengharapkan perempuan untuk selalu mengasuh, tunduk, dan berpenampilan menarik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore