
Ilustrasi baterai mobil listrik Wuling yang diproduksi lokal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemanfaatan nikel untuk industri kendaraan listrik nasional menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan insentif.
Namun, pemberian insentif berdasarkan jenis baterai dinilai perlu memperhitungkan perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap harga kendaraan.
Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) yang diketuai Moeldoko menilai kebijakan tersebut perlu disusun secara cermat agar tidak membatasi pilihan teknologi bagi produsen kendaraan listrik.
Pasalnya, industri baterai kini memiliki beragam pilihan teknologi dengan karakteristik dan biaya produksi yang berbeda. Kondisi ini membuat penentuan skema insentif tidak cukup hanya mengacu pada jenis material baterai.
"Apakah materialnya itu harus dari nikel? Menurut saya tidak bisa dipaksakan seperti itu,” kata Moeldoko dilansir dari Antara, Kamis (29/10).
Menurut Moeldoko saat ini salah satu teknologi yang berkembang di industri kendaraan listrik adalah baterai lithium iron phosphate (LFP).
Berbeda dengan baterai berbasis nikel, LFP menggunakan besi dan fosfat sebagai material utama katodanya.
Teknologi tersebut menjadi alternatif bagi produsen karena memiliki struktur biaya yang kompetitif. Baterai LFP juga banyak digunakan pada kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi biaya produksi.
"Meskipun banyak alternatif pengembangan bahan baterai, namun industri dalam negeri tetap diharapkan dapat memaksimalkan bahan nekel," ujar Moeldoko.
Selain LFP, industri otomotif juga mengembangkan baterai berbasis natrium atau sodium-ion.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022