Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Oktober 2026 | 15.48 WIB

Skema Insentif Mobil Listrik Berbasis Nikel Perlu Dikaji Ulang

Ilustrasi baterai mobil listrik Wuling yang diproduksi lokal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa) - Image

Ilustrasi baterai mobil listrik Wuling yang diproduksi lokal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemanfaatan nikel untuk industri kendaraan listrik nasional menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan insentif.

Namun, pemberian insentif berdasarkan jenis baterai dinilai perlu memperhitungkan perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap harga kendaraan.

Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) yang diketuai Moeldoko menilai kebijakan tersebut perlu disusun secara cermat agar tidak membatasi pilihan teknologi bagi produsen kendaraan listrik.

Pasalnya, industri baterai kini memiliki beragam pilihan teknologi dengan karakteristik dan biaya produksi yang berbeda. Kondisi ini membuat penentuan skema insentif tidak cukup hanya mengacu pada jenis material baterai.

"Apakah materialnya itu harus dari nikel? Menurut saya tidak bisa dipaksakan seperti itu,” kata Moeldoko dilansir dari Antara, Kamis (29/10).

Menurut Moeldoko saat ini salah satu teknologi yang berkembang di industri kendaraan listrik adalah baterai lithium iron phosphate (LFP).

Berbeda dengan baterai berbasis nikel, LFP menggunakan besi dan fosfat sebagai material utama katodanya.

Teknologi tersebut menjadi alternatif bagi produsen karena memiliki struktur biaya yang kompetitif. Baterai LFP juga banyak digunakan pada kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi biaya produksi.

"Meskipun banyak alternatif pengembangan bahan baterai, namun industri dalam negeri tetap diharapkan dapat memaksimalkan bahan nekel," ujar Moeldoko.

Selain LFP, industri otomotif juga mengembangkan baterai berbasis natrium atau sodium-ion.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore