
Mobil listrik Neta V-II Melewati Genangan air tanpa kendala.
JawaPos.com - Penjualan mobil listrik Neta di Indonesia menghadapi tekanan serius. Setelah mengalami penurunan pada 2025, performa penjualan di awal 2026 justru semakin melemah, baik dari sisi ritel maupun wholesales.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, sepanjang 2025 penjualan ritel Neta turun signifikan sebesar 28,77 persen menjadi 406 unit, dari sebelumnya 570 unit pada 2024.
Penurunan ini menunjukkan melemahnya daya serap pasar terhadap produk Neta di level konsumen.
Di sisi lain, wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer justru masih mencatat pertumbuhan 8,24 persen, dari 607 unit di 2024 menjadi 657 unit di 2025. Kondisi ini mengindikasikan adanya penumpukan stok di jaringan dealer karena tidak sebanding dengan penjualan ritel.
Memasuki 2026, tekanan semakin terasa. Pada periode Januari hingga Februari 2026, wholesales Neta hanya mencapai 47 unit, anjlok drastis hingga 72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tajam ini mencerminkan strategi distribusi yang lebih konservatif sekaligus melemahnya permintaan pasar.
Penjualan ritel juga belum pulih. Selama dua bulan pertama 2026, penjualan hanya mencapai 75 unit, turun 30,6 persen secara tahunan. Hal ini menandakan minat konsumen terhadap mobil listrik Neta masih belum stabil di tengah persaingan yang semakin ketat.
Meski begitu, ada sedikit perbaikan pada Februari 2026. Penjualan ritel bulanan tercatat 75 unit, naik 36,4 persen dibanding Februari 2025. Kenaikan ini bisa menjadi indikasi awal pemulihan permintaan, meski belum cukup kuat untuk mengangkat kinerja secara keseluruhan.
Sebaliknya, wholesales pada Februari 2026 masih tertekan dengan penurunan 39,7 persen secara tahunan, hanya mencapai 47 unit. Hal ini menunjukkan produsen mulai menahan suplai untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Secara keseluruhan, penurunan penjualan Neta di Indonesia mencerminkan tantangan besar di segmen mobil listrik. Selain faktor daya beli, persaingan dari merek lain yang semakin agresif juga menjadi tekanan utama.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
